Entertainment . 10/02/2026, 09:31 WIB
fin.co.id – Pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 yang seharusnya menjadi kebanggaan warga Italia justru berubah menjadi panggung rasa malu nasional. Sebuah insiden memalukan terjadi saat Direktur RaiSport, Paolo Petrecca, melakukan rentetan kesalahan fatal (blunder) saat menyiarkan upacara pembukaan secara langsung. Akibat tindakan tidak profesional tersebut, para jurnalis dari jaringan televisi publik Italia, Rai, kini menyatakan mosi tidak percaya dan mengumumkan aksi mogok kerja massal.
Kemarahan publik dan kalangan pers memuncak setelah Petrecca menunjukkan ketidaktahuan yang luar biasa terhadap tamu-tamu penting dan ikon global. Salah satu momen paling konyol adalah ketika kamera menyoroti aktris papan atas Italia, Matilda De Angelis. Bukannya menyebut nama sang aktris, Petrecca justru dengan percaya diri memperkenalkan sosok tersebut sebagai diva pop dunia, Mariah Carey. Padahal, De Angelis berusia 25 tahun lebih muda dari sang diva dan merupakan wajah yang sangat akrab di publik Italia.
Ketidaktahuan soal Mariah Carey hanyalah awal dari daftar panjang blunder Petrecca. Ia juga gagal mengenali lokasi tempatnya berdiri dengan menyebut Stadion San Siro sebagai "Stadio Olimpico" yang berada di Roma. Kesalahan berlanjut ketika Presiden Italia, Sergio Mattarella, memasuki stadion bersama Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kirsty Coventry. Petrecca justru mengumumkan Coventry sebagai "putri sang presiden", sebuah kesalahan identitas yang dianggap sangat merendahkan protokol kenegaraan.
Tidak berhenti di situ, sang komentator juga tampak buta terhadap pahlawan olahraga negaranya sendiri. Saat tim bola voli putra dan putri Italia yang berstatus juara dunia membawa obor Olimpiade, Petrecca hanya menyebutkan satu nama. Ia mengabaikan lima juara dunia lainnya dengan hanya menyapa mereka sebagai "pembawa obor lainnya". Kapten tim putra, Simone Giannelli, bahkan menyindir insiden ini di media sosial dengan komentar pedas yang disertai emoji tertawa miris.
Melihat reputasi institusi hancur dalam semalam, Komite Redaksi RaiSport (internal serikat pekerja) langsung mengambil tindakan tegas. Mereka mengumumkan bahwa seluruh jurnalis dan komentator akan menarik nama atau byline mereka dari seluruh laporan hingga akhir Olimpiade. Selain itu, mereka telah menjadwalkan aksi mogok kerja selama tiga hari tepat setelah ajang olahraga ini berakhir sebagai bentuk protes atas rendahnya standar jurnalisme yang ditampilkan sang direktur.
"Kami semua merasa malu, tanpa terkecuali. Ini adalah kegagalan terburuk RaiSport dalam sejarah acara paling bergengsi," tulis pernyataan resmi serikat pekerja jurnalis tersebut. Ironisnya, Petrecca sebenarnya tidak dijadwalkan menjadi komentator. Ia mengambil alih posisi tersebut setelah komentator sebelumnya, Auro Bulbarelli, mengundurkan diri gara-gara membocorkan kejutan kedatangan presiden yang mengendarai trem bersama legenda balap Valentino Rossi.
Menanggapi gejolak internal yang semakin liar, CEO Rai, Giampaolo Rossi, mengambil langkah cepat. Setelah melakukan pertemuan darurat, pihak penyiar mengumumkan bahwa Paolo Petrecca telah resmi dicopot dari tim komentator untuk upacara penutupan yang dijadwalkan pada 22 Februari mendatang. Keputusan ini diambil untuk meredam amarah karyawan dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap layanan televisi negara yang dibiayai oleh pajak warga tersebut.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id