“Pers merupakan semacam lembaga penyulingan, bagaimana menemukan kembali, mengemas kembali, sehingga banyak air-air bersih yang ditawarkan kepada masyarakat. Fungsinya seperti itu dan suatu saat, masyarakat juga akan mengalami kejenuhan terhadap berita-berita yang toksik itu,” ungkapnya.
Terakhir, ia berharap konvensi ini menjadi momentum untuk konsolidasi media massa di Indonesia. Sehingga pers bisa lebih kreatif dan berpikir optimistis menghadapi tantangan zaman di era ini.
"Sebagai Ketua Dewan Pers, saya penuh optimistis dan gembira sekali. Saya juga merasa terkesan dengan perhatian pemerintah yang begitu besar perhatiannya bagaimana mengatasi situasi ini," ujarnya. (ADV)