Masjid ini berdiri di atas lahan sekitar 10.000 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 3.000 meter persegi, dan mampu menampung hingga 2.000 jamaah.
Makna Nama Al-Kamil
Ujang melanjutkan bahwa pemberian nama Masjid Al-Kamil diambil dari nama seorang ulama besar Sumedang, Syekh Muhammad Al-Kamil bin Abdul Karim.
"Dia merupakan keturunan ke-12 dari Syekh Abdul Qadir Jailani, pendiri Tarekat Qadiriyyah," katanya.
Syekh Al-Kamil dikenal sebagai tokoh penyebar Islam di wilayah Sumedang pada abad ke-17. Penamaan ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan dakwah Islam di tanah Sunda.
Arsitektur Teratai di Atas Air
Baca Juga
Menurut Ujang, Masjid Al-Kamil Jatigede terletak pada arsitekturnya yang unik. Dari kejauhan, jika dilihat dari Jalan Lingkar Timur atau kawasan perbukitan, bangunan masjid tampak seperti bunga teratai putih yang sedang mekar.
"Ada Enam kelopak besar dan enam kelopak kecil membentuk atap masjid, melambangkan kesucian dan ketenangan. Warna putih mendominasi bangunan, berpadu dengan aksen emas di puncaknya, menciptakan kesan megah namun tetap lembut," ungkapnya.