Sport . 03/02/2026, 13:30 WIB
fin.co.id - Paris Saint-Germain kembali menjadi sorotan setelah serangkaian penampilan yang dinilai belum mencerminkan standar tertinggi mereka. Meski kerap tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, PSG justru sering gagal menerjemahkan keunggulan tersebut menjadi hasil meyakinkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola Eropa: mengapa tim bertabur bintang ini terlihat kehilangan sentuhan terbaiknya?
Pelatih kepala PSG, Luis Enrique, tidak menghindar dari sorotan tersebut. Dalam beberapa kesempatan, ia justru terbuka mengakui bahwa ada persoalan nyata yang sedang dihadapi timnya, baik secara kolektif maupun individual.
Secara statistik, PSG kerap menguasai pertandingan. Penguasaan bola tinggi, jumlah tembakan melimpah, serta tekanan konstan ke pertahanan lawan menjadi gambaran umum permainan mereka musim ini. Namun, dominasi tersebut sering kali terasa hampa ketika skor akhir tidak mencerminkan jalannya laga.
Dalam salah satu pertandingan penting di Eropa, PSG mencatatkan hampir tiga perempat penguasaan bola dan puluhan percobaan tembakan, tetapi tetap harus menelan kekalahan akibat dua gol telat lawan. Situasi seperti ini bukan kejadian tunggal, melainkan pola yang berulang.
Luis Enrique menegaskan bahwa timnya sebenarnya bermain sesuai rencana. “Kami pantas menang, tetapi sepak bola tidak selalu adil,” ujarnya, seraya menekankan bahwa kesalahan kecil dapat menghancurkan kerja keras selama 90 menit. Pernyataan tersebut menggambarkan frustrasi yang kini menyelimuti ruang ganti PSG.
Salah satu biang kerok utama yang disoroti Luis Enrique adalah ketajaman di depan gawang. PSG menciptakan peluang, namun kepercayaan diri dan akurasi penyelesaian akhir belum konsisten. Beberapa pemain kunci terlihat ragu saat berada di momen krusial.
“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi kurang percaya diri dan presisi untuk menyelesaikannya,” kata Luis Enrique setelah kemenangan tipis di liga domestik. Kalimat ini menegaskan bahwa masalah PSG bukan pada kreativitas, melainkan pada sentuhan akhir.
Musim lalu, efektivitas menjadi kekuatan utama PSG, terutama dalam laga tandang yang menuntut efisiensi tinggi. Kini, peluang yang sama justru sering terbuang, membuat lawan tetap hidup hingga menit akhir.
Ketergantungan pada sosok tertentu di lini depan juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Ketika pemain kunci absen atau belum kembali ke performa terbaik akibat cedera, PSG terlihat kehilangan titik fokus serangan.
Beberapa penyerang belum mampu tampil konsisten ketika dipercaya sebagai starter. Meski memiliki kualitas individu, mereka kerap kesulitan menemukan ruang dan ritme permainan. Luis Enrique mengakui bahwa peran penyerang tengah dalam sistemnya sangat krusial, bukan hanya untuk mencetak gol, tetapi juga membuka ruang bagi pemain lain.
Ketika figur tersebut tidak berada di kondisi optimal, alur serangan PSG menjadi lebih mudah ditebak dan kurang cair.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id