Nasional . 02/02/2026, 21:32 WIB
Pada munajat berikutnya, Rasulullah SAW memohon sesuatu yang sangat fundamental:
أَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي قَلْبًا نَقِيًّا مِنَ الشِّرْكِ
“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku hati yang bersih dari kesyirikan, hati yang selamat dan tidak celaka.”
Doa ini menjadi pengingat kesucian hati adalah kunci keselamatan. Bahkan bagi seorang Nabi sekalipun.
Setelah selesai bermunajat, Rasulullah SAW kembali ke pembaringan dan mendapati Aisyah RA terengah-engah. Beliau lalu bertanya dengan lembut:
“Apa yang membuat napasmu tersengal, wahai Humaira’?”
Aisyah pun menceritakan apa yang ia saksikan. Rasulullah SAW kemudian mengusap lutut Aisyah dan bersabda malam tersebut adalah malam Nisfu Syaban.
Malam di mana Allah SWT turun ke langit dunia dan mengampuni hamba-hamba-Nya. “Kecuali bagi orang yang menyekutukan Allah dan orang yang saling bermusuhan.”
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id