Nasional . 29/01/2026, 13:38 WIB

Strategi MBG Ramadan 2026, Menu Kering untuk Siswa Sekolah dan Pergeseran Jam Makan Pesantren

Penulis : Lina
Editor : Lina

fin.co.id - Pemerintah bergerak cepat memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terhenti meski memasuki bulan suci Ramadan 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa negara tetap mendistribusikan asupan nutrisi tersebut dengan melakukan adaptasi pada jenis makanan dan waktu penyaluran.

Keputusan krusial ini muncul setelah jajaran menteri terkait menggelar Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Jakarta, Kamis 29 Januari 2026. Zulhas menekankan keberlanjutan program ini sangat penting mengingat kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung selama bulan puasa.

Inovasi Menu Kering untuk Pelajar Muslim

Zulhas menjelaskan pemerintah membagi mekanisme penyaluran menjadi dua kategori besar. Siswa di sekolah umum yang menjalankan ibadah puasa akan menerima paket makanan dalam bentuk kering. Langkah ini bertujuan agar makanan tetap awet dan higienis hingga waktu berbuka tiba.

Sebaliknya, sekolah yang mayoritas siswanya tidak menjalankan puasa akan tetap menerima layanan MBG seperti hari-hari biasa. Kebijakan serupa juga berlaku bagi kelompok prioritas lain seperti balita dan ibu hamil yang secara medis tidak wajib berpuasa. Mereka tetap mendapatkan asupan makanan bergizi tanpa ada perubahan jadwal maupun jenis menu.

Fleksibilitas Waktu di Lingkungan Pondok Pesantren

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada distribusi MBG di lingkungan pondok pesantren. Berbeda dengan sekolah umum, penyaluran makanan di pesantren mengalami pergeseran waktu ke sore hari. Skema ini dirancang agar para santri dapat menikmati menu bergizi tersebut sebagai santapan berbuka puasa yang segar dan hangat.

Zulhas menegaskan bahwa secara prinsip tidak ada perubahan anggaran maupun volume program. Pemerintah hanya melakukan modifikasi teknis pada waktu dan jenis komoditas demi menghormati kekhusyukan ibadah para penerima manfaat.

Kearifan Lokal dalam Paket Nutrisi Ramadan

Senada dengan Zulhas, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memaparkan bahwa pihaknya tengah menyusun variasi menu yang mengedepankan kearifan lokal. Untuk mendukung stamina masyarakat yang berpuasa, Badan Gizi Nasional akan memasukkan komponen pangan yang praktis namun padat nutrisi.

Beberapa komoditas yang menjadi andalan dalam paket Ramadan ini antara lain kurma, telur rebus, telur asin, hingga telur pindang. Selain itu, pemerintah juga melengkapi paket tersebut dengan buah-buahan segar, susu, dan abon. Pemilihan jenis makanan ini tidak lepas dari kemudahannya untuk dikemas dan disimpan tanpa mengurangi kualitas gizi yang terkandung di dalamnya.

Pemerintah berharap penyesuaian strategi ini mampu menjaga momentum perbaikan gizi nasional secara konsisten. Dengan perencanaan yang matang, program MBG diharapkan tetap menjadi motor penggerak kualitas SDM Indonesia, bahkan di tengah dinamika bulan Ramadan.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id