Kesehatan . 29/01/2026, 21:52 WIB

RSUD Banten Siapkan Rp36 Miliar Borong 'Rumah Sakit Berjalan', Teknologi ICU Mini Siap Jemput Bola!

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - RSUD Provinsi Banten siap menggebrak layanan kesehatan di tahun 2026! Tidak tanggung-tanggung, instansi ini mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp36,668 miliar untuk mendatangkan delapan unit kendaraan canggih. Bukan sekadar mobil angkutan pasien biasa, armada ini merupakan Mobile Clinic atau rumah sakit keliling yang punya spesifikasi "wah".

Langkah berani ini bertujuan untuk membawa kualitas pelayanan medis rumah sakit langsung ke depan pintu rumah masyarakat. Fasilitas kesehatan bergerak ini bakal menjadi andalan baru untuk menjangkau titik-titik yang sulit terakses layanan kesehatan konvensional di wilayah Banten.

Bukan Ambulans Biasa: Ada Rontgen hingga ICU Mini di Dalamnya

Mungkin kamu berpikir ini hanya ambulans biasa, tapi Direktur Utama RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho, langsung menepis anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa spesifikasi Mobile Clinic jauh lebih kompleks dan lengkap dibandingkan kendaraan medis standar lainnya.

Mobile Clinic itu berbeda dengan ambulans. Mobile Clinic bisa melakukan pengobatan dan pemeriksaan seperti rumah sakit keliling. Di dalamnya ada peralatan medis, mulai dari rontgen, EKG, sampai peralatan penunjang seperti ICU mini dan ventilator,” ungkap Danang pada Kamis (29/1/2026).

Bayangkan, peralatan canggih seperti mesin rontgen dan monitor jantung (EKG) kini bisa berpindah-pindah tempat. Bahkan, keberadaan ventilator dan unit perawatan intensif (ICU) mini di dalam kendaraan ini memungkinkan penanganan darurat kelas berat dilakukan secara mobile.

Bedah Anggaran: Satu Unit Mobile Clinic Tembus Rp4,7 Miliar!

Mengintip data dari sistem pengadaan nasional di laman sirup.inaproc.id, rencana belanja besar-besaran ini terbagi dalam dua kategori paket pengadaan yang bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD):

  • Paket A: Terdiri dari 4 unit dengan nilai total Rp18,952 miliar (Sekitar Rp4,738 miliar per unit).
  • Paket B: Terdiri dari 4 unit dengan nilai total Rp17,716 miliar (Sekitar Rp4,429 miliar per unit).

Seluruh armada ini nantinya akan terpusat di RSUD Banten sebagai basis operasional untuk berbagai kegiatan pelayanan medis di luar gedung rumah sakit. Kehadiran rumah sakit keliling ini diharapkan mampu memangkas hambatan jarak bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan medis mendalam.

Realisasi Belanja Masih Intip Kondisi Kantong BLUD

Meski rencana ini sudah masuk dalam daftar pengadaan, pelaksanaannya tidak langsung tancap gas. Pihak manajemen RSUD Banten tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola anggaran daerah. Danang menyebut faktor ketersediaan dana menjadi penentu utama kapan unit-unit canggih ini mulai mengaspal.

“Karena ini bersumber dari BLUD, jadi untuk pada saat pelaksanaan kita lihat dulu kondisi keuangannya, uangnya ada atau tidak. Jadi bisa saja ada penyesuaian,” jelas Danang memberikan catatan penting terkait waktu pengadaan.

Jika anggaran mencukupi, kehadiran delapan unit Mobile Clinic ini akan menjadi lompatan besar bagi sistem kesehatan di Provinsi Banten. Masyarakat kini tinggal menunggu realisasi nyata dari proyek "rumah sakit berjalan" ini untuk meningkatkan standar hidup dan kesehatan di daerah. - Raffi/Banten Raya

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id