Tim teknis akan bekerja keras mengidentifikasi jalur akses yang memungkinkan alat berat dapat masuk dengan mudah ke titik-titik penyempitan sungai.
Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) C2.
BBWS C2 siap menerjunkan armada tempur mereka, berupa alat berat canggih, langsung ke medan pertempuran melawan banjir.
Kepala BBWS C2, David Partonggo Oloan Marpaung, mengonfirmasi kesiapan penuh pihaknya untuk mendukung visi besar Gubernur Banten.
Dengan adanya dukungan alat berat yang memadai, harapan besar tersirat agar titik-titik penyempitan aliran sungai dapat segera dikembalikan fungsinya seperti sedia kala.
Fungsi optimal sungai akan menjadi benteng pertahanan ampuh dari ancaman banjir di Tangerang Raya.
Revisi Tata Ruang: Fondasi Tangguh Banten Bebas Banjir
Selain tindakan langsung di lapangan, Andra Soni juga memberikan penekanan kuat pada perbaikan sistem jangka panjang.
Ia menegaskan pentingnya merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Tujuannya adalah memastikan bahwa pembangunan di masa mendatang tidak lagi mengabaikan aspek krusial seperti resapan air dan kelestarian sungai.
Dengan melibatkan pakar pertanahan, diharapkan tercipta tatanan ruang wilayah Banten yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi ancaman bencana.
Baca Juga
"Kami berupaya mengoordinasikan langkah-langkah pascabanjir agar ke depannya permasalahan banjir dapat dimitigasi bersama.
Kami melibatkan semua pihak untuk mencari solusi agar kondisi ini segera teratasi," pungkas Andra Soni, menutup rapat dengan semangat optimisme.
Langkah sigap pemerintah ini tentu menjadi secercah harapan baru bagi seluruh masyarakat Banten.
Mari kita bersama-sama mendukung penuh upaya normalisasi ini dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.