Papanya sendiri punya toko obat: di Pasar Atom lama. Ia ingin toko papanya maju. Ia usulkan banyak perubahan. Papanya tidak setuju. "Akhirnya saya bikin toko sendiri," kata Hady.
Hadi pun kerja keras. Usahanya maju. Sampai bisa mendirikan PBF --Pedagang Besar Farmasi. Sampai punya pabrik tetes mata yang Anda sudah pakai: Aito. Sampai menjadikan Borwita seperti sekarang ini.
Alan masih akan mengembangkan Borwita ke bisnis makanan siap saji. Yakni makanan khas Indonesia. Ups...bukan baru "akan". Alan sudah memulainya. Dimulai dari rendang. Lalu kare. Lalu lain-lainnya. Yang menarik, makanan itu tidak perlu dipanasi dulu. Bisa langsung dimakan.
Di usianya sekarang ternyata Hady punya kegemaran yang sama dengan saya: olahraga pagi. Satu jam. Bedanya, saya di halaman terbuka di Rumah Gadang, ia di gym hotel berbintang.
Bedanya lagi: ia sudah melakukan itu sejak muda. Sejak hotel itu masih bernama Hyatt. Sedang saya baru hijrah 12 tahun terakhir. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 24 Januari 2026: Belah Tiga
Nusantara Hijau
Pacaran sama Amerika.
Selingkuh ke China.
Dilirik Eropa.
Baca Juga
Perawan Cantik Nusantara yang kehilangan orangtua (Kerajaan).
Diadopsi secara paksa oleh orangtua angkat yang disebut Republik.
Hingga leluasa diperkosa sana sini.
Ja'far Syahidan
yang saya ketahui, pak DI kirim draft tulisan CHD untuk hari esok, setiap pukul 17 sore, dan tugas admin CHD-lah yang meng-upload rutin setiap pukul 04 subuh. jadi kalau ada CHD yang tayang telat lewat dari pukul 04 subuh, artinya kemungkinan admin CHD-nya yang telat bangun?