Penyakit ini menyebabkan dehidrasi berat secara cepat akibat infeksi bakteri Vibrio cholerae. Jaga sanitasi lingkungan sekitar dan pastikan sumber air minum benar-benar steril melalui proses pemanasan atau filtrasi yang tepat.
8. Hepatitis A
Virus ini menyerang organ hati dan menular melalui makanan atau alat makan yang terpapar kotoran yang terbawa banjir. Pastikan kebersihan peralatan masak di pengungsian tetap terjaga.
9. Konjungtivitis (Sakit Mata)
Mata merah dan perih akibat infeksi virus atau bakteri sering terjadi karena debu dan percikan air banjir. Disiplin untuk tidak menyentuh atau mengucek mata dengan tangan kotor. Gunakan pelindung wajah jika berada di area berdebu.
10. Gastritis (Maag) dan Stres
Kondisi darurat sering membuat pola makan berantakan, ditambah beban psikologis yang memicu asam lambung meningkat. Usahakan tetap makan teratur meski dalam porsi kecil dan jangan ragu mengakses layanan psikososial di posko kesehatan terdekat.
Menghadapi sisa-sisa banjir bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga menjaga benteng pertahanan tubuh. Dengan menjaga higienitas dan menggunakan alat pelindung diri, risiko penularan penyakit dapat ditekan secara signifikan. Tetap waspada dan segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat jika gejala mulai muncul.
Sumber: Diolah penulis dari Panduan Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI dan Prosedur Kedaruratan WHO.