Gawat! Investor Asing Ramai-Ramai Kabur dari RI, Rupiah Makin Terkapar? Cek Faktanya!

fin.co.id - 19/01/2026, 19:00 WIB

Gawat! Investor Asing Ramai-Ramai Kabur dari RI, Rupiah Makin Terkapar? Cek Faktanya!

Ilustrasi

fin.co.id - Investor asing mulai angkat kaki dari Indonesia, meninggalkan jejak kekhawatiran bagi perekonomian nasional.

Intisari :

  • Ketetapan kebijakan pemerintah, khususnya soal upah minimum, mendorong pengusaha asing pindah ke negara tetangga.
  • Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS disebabkan oleh hengkangnya modal asing, diperparah oleh konflik geopolitik.
  • Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang membengkak menciptakan sentimen negatif di pasar modal global.

Kekhawatiran membuncah di tengah ketidakpastian ekonomi yang mencekam sejak tahun 2025, kini memuncak pada fenomena yang paling ditakuti: kaburnya investor asing dari Indonesia.

Tren pelarian modal ini bukan hanya sekadar isu kecil, melainkan ancaman nyata yang bisa menghantam posisi Rupiah dan menggoyahkan stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membongkar fakta mengejutkan.

Banyak penanam modal mancanegara kini memilih untuk memindahkan pusat operasional mereka ke negara-negara tetangga yang menawarkan iklim investasi lebih kondusif.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, dengan tegas menekankan satu hal krusial.

Investasi sangat membutuhkan kepastian sebagai fondasi utamanya.

Sayangnya, ketidakpastian kebijakan pemerintah, terutama dalam hal penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP), justru membuat para pemodal besar kehilangan minat untuk terus berinvestasi dan menetap di Indonesia.

Rupiah Tertekan Akibat Gelombang Keluar Modal Asing

Kekhawatiran serupa juga datang dari Prof. Trubus Rahardiansah, seorang pakar hukum dan kebijakan publik terkemuka.

Guru Besar Universitas Trisakti ini menilai bahwa kepergian pengusaha asing secara masif menjadi pemicu utama mengapa pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kian tak terbendung.

Di tengah kondisi ini, konflik geopolitik global yang tak kunjung usai turut menambah beban berat pada daya saing ekspor industri kita.

Menurut Prof. Trubus, masalah utama sebenarnya bukan semata-mata persoalan ekonomi global.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID