DVI Polda Sulsel Jemput Bola Data Keluarga Korban Pesawat ATR Jatuh, Identifikasi Masih Tertahan

fin.co.id - 19/01/2026, 12:50 WIB

DVI Polda Sulsel Jemput Bola Data Keluarga Korban Pesawat ATR Jatuh, Identifikasi Masih Tertahan

Pencarian korban ATR 42-500

Pihak kepolisian juga membuka jalur komunikasi yang jelas bagi keluarga korban yang membutuhkan informasi lebih lanjut. Jika ada pertanyaan seputar proses DVI, keluarga dapat langsung menghubungi narahubung yang telah ditunjuk.

Anda bisa menghubungi Kompol ABD Rahman di nomor 085388889928 atau Dokter Asnani di nomor 0811469088. Nomor kontak ini disediakan agar setiap pertanyaan dapat terjawab dengan cepat dan akurat.

Pengumpulan data antemortem ini merupakan bagian krusial dalam rangkaian identifikasi korban. Nantinya, data antemortem ini akan disandingkan dengan data postmortem setelah proses evakuasi berhasil dilakukan di lokasi jatuhnya pesawat ATR. Lokasi jatuhnya pesawat ini berada di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, sebuah medan yang diprediksi cukup menantang.

Misi Pencarian Intensif oleh Basarnas di Medan Sulit

Sebelumnya, pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat ini tengah dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Kontak terakhir dengan pesawat dilaporkan terputus pada pukul 13.17 WITA. Informasi awal hilangnya kontak diterima Basarnas Makassar pada Sabtu siang.

Berdasarkan data dari AirNav Indonesia, posisi terakhir pesawat diperkirakan berada di sekitar kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Koordinat terakhir terdeteksi di 04°57’08” LS dan 119°42’54” BT.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, segera membenarkan laporan tersebut. Ia memastikan tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi yang dilaporkan.

"Personel saat ini masih dalam perjalanan menuju lokasi. Informasinya daerah Leang-Leang," ujar Andi Sultan kepada awak media pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Dalam tahap awal operasi pencarian, Basarnas Makassar mengerahkan sekitar 25 personel. Mereka dibagi ke dalam tiga regu guna memaksimalkan kecepatan penelusuran di medan yang dikenal sulit.

Selain personel terlatih, tim SAR juga membawa perlengkapan pendukung yang canggih. Perlengkapan ini meliputi satu unit truk personel, satu unit mobil rescue, dan satu unit drone yang siap membantu pencarian dari udara.

Manajemen AirNav Makassar juga mengonfirmasi bahwa total ada 11 orang di dalam pesawat, terdiri dari 8 awak dan 3 penumpang. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti hilangnya kontak pesawat maupun kondisi pesawat itu sendiri belum diketahui.

Basarnas menyatakan bahwa operasi pencarian masih terus berlangsung tanpa henti. Misi utama mereka adalah memastikan titik lokasi pasti pesawat serta keselamatan seluruh awak dan penumpang yang berada di dalamnya. Situasi genting ini terus memantau perkembangan terbaru dari medan pencarian. - Rafi Adhi/Disway

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID