Ia mengenang kebiasaan Deden yang selalu meminta doa ketika hendak berangkat bekerja atau menjalankan dinas.
"Biasanya kalau dia mau berangkat Dinas itu suka bilang minta didoain," tuturnya.
Luka Mendalam atas Hilangnya Pesawat ATR 42-500
Mendengar kabar hilangnya pesawat ATR 400 yang ditumpangi Deden Maulana, Mukhsin mengaku syok berat.
Ia tak bisa membayangkan lagi mendengar suara putranya meminta doa saat hendak berangkat bekerja.
"Gak ada kabar, saya tahu kabarnya udah begitu," ujarnya dengan nada lirih.
Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga.
Mereka terus berjuang menanti kabar baik, di tengah ketidakpastian yang menyelimuti nasib para penumpang.
Setiap detik terasa begitu berat bagi Mukhsin dan keluarga.
Mereka berharap pemerintah dan tim SAR dapat segera memberikan titik terang.
Semoga saja keajaiban yang mereka nantikan segera terwujud.
Baca Juga
Perjuangan menemukan korban dan mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini menjadi prioritas utama.
Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan keluarga korban.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. - Fajar Ilman/Disway -