fin.co.id - Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada Sabtu, 17 Januari 2026, menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga korban. Mukhsin, ayah dari Deden Maulana, salah satu penumpang yang hilang, tak kuasa menahan kesedihan namun masih menyimpan secercah harapan.
Intisari :
- Mukhsin, ayah korban pesawat ATR 42-500, berharap keajaiban agar anaknya segera ditemukan.
- Keluarga masih menunggu kepastian kondisi Deden Maulana, sehingga belum memasang bendera duka.
- Terakhir bertemu Desember 2025, Mukhsin berkomunikasi dengan anaknya sebelum peristiwa nahas terjadi.
Perjuangan Menanti Keajaiban di Tengah Ketidakpastian
Di tengah duka yang menyelimuti, Mukhsin tak henti memanjatkan doa. Ia berharap ada keajaiban dari Yang Maha Kuasa agar putra tercintanya, Deden Maulana, segera ditemukan.
"Ya mudah-mudahan ada keajaiban dari Allah, bisa segera ditemukan," ungkapnya penuh harap saat ditemui di rumah duka pada Minggu, 18 Januari 2026.
Harapan itu begitu terlihat jelas dari belum dipasangnya bendera kuning, simbol duka, di kediamannya.
Pihak keluarga masih menunggu kepastian mengenai kondisi Deden Maulana.
"Iyah itu, makanya warga di sini belum berani pasang karena belum ada kepastian yang pastinya gimana," jelasnya.
Potret Ayah yang Merindukan Kabar Sang Buah Hati
Mukhsin terakhir kali bertemu dengan Deden Maulana pada 24 Desember 2025.
Pasalnya, Mukhsin sendiri tinggal di Garut, Jawa Barat, sementara Deden beraktivitas di lokasi lain.
Ia sempat berkomunikasi dengan putranya melalui pesan singkat pada Kamis lalu.
Dalam percakapan itu, Deden mengabarkan bahwa ibunya telah kembali ke Garut untuk menjalani kontrol kesehatan.
Baca Juga
"Tapi kemarin hari kamis lah tanggal berapa ya, kamis kemarin sempat chatan, jadi dia ngasih tau kalau mamahnya udah pulang ke Garut mau kontrol gitu," beber Mukhsin.