Ekonomi . 16/01/2026, 10:33 WIB
fin.co.id - Indonesia kini memiliki mesin baru yang siap menggerakkan pembangunan hijau: Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI). Organisasi ini telah memobilisasi 3.800 insinyur lingkungan terampil untuk menjadi tulang punggung proyek-proyek vital nasional, mulai dari penyediaan air minum, pengelolaan limbah, hingga penerapan sistem persampahan modern yang canggih.
Ketua Umum IATPI, Endra Atmawidjaja, menegaskan bahwa peran organisasi yang dipimpinnya kini sangat krusial. Ia berperan penting dalam memastikan akuntabilitas setiap proyek, baik yang digagas pemerintah maupun sektor swasta. IATPI tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga secara profesional mengendalikan pencemaran di berbagai aspek lingkungan.
“Kita menyediakan SDM berkualitas melalui sertifikasi. Ini adalah jaminan atas kualitas sumber daya manusia yang kita miliki,” ujar Endra saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta Selatan pada Kamis, 15 Juni 2026.
Di bawah kepemimpinan Endra, IATPI kini bertransformasi menjadi penyedia talenta ahli yang sangat dibutuhkan untuk menjawab isu-isu global. Organisasi ini siap berkontribusi pada agenda pengurangan emisi dan pengembangan lapangan kerja hijau. Transformasi ini menempatkan IATPI sebagai mitra strategis negara dalam menghadapi berbagai tantangan krisis lingkungan yang semakin mendesak di masa depan.
Peran sertifikasi menjadi kunci utama. Dengan proses sertifikasi yang ketat, IATPI memastikan bahwa setiap insinyur lingkungan yang terlibat dalam proyek-proyek strategis benar-benar memiliki kompetensi dan kualifikasi yang memadai.
Menyadari kompleksitas tantangan di lapangan yang kian meningkat, IATPI mengambil langkah yang sangat berani di tahun 2026. Organisasi ini memperluas jangkauan layanan keprofesiannya secara masif. Jika sebelumnya hanya tersedia 18 skema sertifikasi, kini IATPI menawarkan 44 skema sertifikasi yang mencakup seluruh lapisan pekerja lingkungan.
Perluasan ini memastikan profesionalisme tidak terbatas hanya pada tingkat ahli muda atau utama. IATPI kini merambah hingga ke level operator dan pengawas lapangan. Endra memberikan analogi yang kuat: mengelola infrastruktur lingkungan tanpa sertifikasi IATPI itu sama berbahayanya dengan mengemudikan kendaraan tanpa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Langkah ini sangat penting untuk meningkatkan standar kualitas kerja di semua tingkatan. Dengan cakupan yang lebih luas, IATPI memastikan bahwa setiap individu yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan memiliki kompetensi yang terverifikasi.
Keberhasilan IATPI dalam menjangkau 3.000 orang melalui program pengembangan kompetensi berkelanjutan (PKB) sepanjang tahun 2025 menjadi modal yang sangat berharga. Pelatihan yang diselenggarakan secara daring maupun tatap muka membuktikan komitmen kuat organisasi dalam menjaga mutu anggotanya di tengah pesatnya perkembangan teknologi lingkungan.
Untuk mendukung perluasan 44 skema sertifikasi ini, IATPI tengah melakukan penguatan kelembagaan secara besar-besaran. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan jumlah asesor sertifikasi yang kompeten, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Langkah ini krusial agar IATPI mampu melayani lonjakan permintaan sertifikasi yang dipicu oleh kemunculan teknologi pengelolaan sampah modern.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id