Sementara itu, Anwar Zaid, Ketua RW 03 Batu Busuk menyambut baik dan menyampaikan terima kasih atas nama masyarakat Batu Busuk.
“Atas nama masyarakat Batu Busuk, kami menyampaikan ribuan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh donator Forum Komunikasi Masyaratan Perhutanan Indonesia, semoga bantuan ini berkah bagi masyarakat Batu Busuk, dan kami atas nama masyarakat mendoakan Bapak dan Ibu dari FKMPI diberikan kesehatan dan umur Panjang dari Allah SWT” ungkap Anwar.
Masyarakat di RW 03 Batu Busuk lebih dari 300 KK yang terdampak rumahnya hanyut sekitar 72 rumah. Masyarakat ada yang mengungsi ke rumah saudara namun masih ada yang bertahan.
Ia berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan dukungan lintas sektor menjadi faktor penting agar proses pemulihan tidak berjalan sendiri, tetapi mendapat dukungan berbagai pihak.
Sekretaris KOMDA APHI Riau Suyatno, menegaskan bahwa distribusi di tingkat daerah menjadi kunci keberhasilan program. “Setiap lokasi terdampak memiliki kebutuhan yang berbeda.
Tugas kami berkomunikasi dengan pengurus pusat agar paket bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peran pengurus daerah penting untuk menjembatani kebijakan dan komitmen di tingkat pusat dengan realitas yang dihadapi masyarakat di desa-desa terdampak bencana.
Program ini juga melibatkan organisasi mahasiswa kehutanan, yaitu Sylva Indonesia dan International Forestry Student Association (IFSA) cabang Indonesia, yang menurunkan relawan mahasiswa untuk membantu distribusi bantuan di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa dipandang sebagai bagian dari pengabdian sekaligus pembelajaran langsung tentang dimensi sosial dan kemanusiaan dalam sektor kehutanan.
Mewakili mahasiswa kehutanan, Randi Wansyah Putra dari Sylva Indonesia dan Muhammad Fawzaan dari IFSA Indonesia, menyatakan dukungan mahasiswa kehutanan untuk aksi tanggap bencana yang diselenggarakan FKMPI.
Baca Juga
"Pelibatan mahasiswa akan memperkuat kebersamaan stakeholder kehutanan untuk peduli pada bencana banjir di Sumatera," kata Randi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, FKMPI menegaskan bahwa Program Tanggap Bencana Sektor Kehutanan dijalankan secara bertahap. Bantuan kedua di Desa Batu Busuk diharapkan memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus membangun kemitraan jangka panjang antara sektor kehutanan, pemerintah desa, pengurus daerah, dan generasi muda dalam menghadapi bencana di masa mendatang. (*)