Ragam . 17/12/2025, 16:04 WIB

BRIN Pacu Hilirisasi Riset Lewat Temu Bisnis, Bidik Kemitraan Publik-Swasta Menuju Indonesia Emas 2045

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Upaya mendorong riset agar tidak berhenti di laboratorium terus digenjot Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui Kedeputian Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi, BRIN akan menggelar Business Matchmaking on Research and Innovation Based Public Private Partnership: Pre Event pada Kamis, 18 Desember 2025, di Kawasan Sains dan Teknologi Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Agenda ini menjadi sinyal kuat bahwa hilirisasi riset kini masuk babak baru. BRIN ingin mempertemukan periset, pelaku industri, akademisi, investor, hingga pemangku kepentingan pemerintah dalam satu meja, dengan satu tujuan besar: mempercepat pemanfaatan hasil riset untuk mendukung ekonomi berbasis pengetahuan menuju Indonesia Emas 2045.

Riset Tak Lagi Sekadar Akademik

Plt. Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Indriyani, menegaskan paradigma riset harus berubah. Menurutnya, riset dan inovasi tidak bisa lagi berdiri sebagai aktivitas akademik semata, tetapi harus menjadi fondasi strategis bagi pertumbuhan industri nasional.

“Dalam ekonomi berbasis pengetahuan, infrastruktur riset dan inovasi seperti laboratorium, fasilitas uji, hingga pusat teknologi berperan penting untuk menjembatani hasil penelitian agar benar-benar dimanfaatkan dunia usaha dan masyarakat,” ujar Indriyani.

Pernyataan ini sekaligus menjawab tantangan klasik riset di Indonesia, yakni jarak antara temuan ilmiah dan implementasi komersial. Melalui forum temu bisnis, BRIN berupaya memangkas jarak tersebut dengan mempertemukan langsung peneliti dan calon pengguna teknologi.

Skema KPBU Jadi Magnet Kolaborasi

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini ialah penguatan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). BRIN membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi sektor swasta untuk terlibat dalam pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur riset nasional.

Skema ini dirancang untuk menciptakan sinergi saling menguntungkan. Di satu sisi, sektor swasta memperoleh akses pada infrastruktur dan hasil riset strategis. Di sisi lain, negara mendapatkan percepatan transformasi teknologi di berbagai sektor prioritas.

Sejumlah sektor strategis masuk dalam radar kolaborasi, mulai dari keteknikan, ketenaganukliran, maritim, hayati dan lingkungan hidup, energi, penerbangan dan antariksa, hingga kesehatan. Seluruh sektor ini dinilai krusial dalam memperkuat daya saing nasional jangka panjang.

Dihadiri Tokoh Kunci Pembangunan Nasional

Bobot strategis acara ini kian terasa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria dijadwalkan hadir, bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

Keduanya akan menyampaikan arahan strategis terkait peran riset dan inovasi dalam pembangunan nasional. Kehadiran pemangku kebijakan tingkat tinggi ini menegaskan bahwa kolaborasi riset tidak lagi menjadi agenda sektoral, melainkan bagian dari strategi pembangunan nasional menuju 2045.

Dari Diskusi Panel hingga Pameran Inovasi

Mengusung tema “Towards Indonesia 2045: Strengthening Public Private Partnership for Advancement of Research and Innovation Infrastructure”, rangkaian kegiatan dirancang padat dan aplikatif. Agenda meliputi diskusi panel, sesi temu bisnis, hingga peluang jejaring lintas sektor.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id