Sensasi Adrenalin di Kaki Lawu

fin.co.id - 06/12/2025, 12:53 WIB

Sensasi Adrenalin di Kaki Lawu

Rombongan Media Gatbering SMF mengunjungi kaki gunung Lawu dan menjajal petualangan Jeep Adventure - dok. Mas Ucring -

"Saya sudah nyopir sejak sebelum COVID, sempat vakum satu tahun pas COVID, terus lanjut lagi. Jadi, udah enam tahunan lah," ujar Mas Ucring ramah. Saat masa pandemi, dia tidak berdiam diri, melainkan memanfaatkan keahliannya di bengkel, namun rezeki paling besar tetap berada di balik kemudi Jimny.

​Sistem bayaran di sini cukup jelas, tergantung jenis trip yang diambil oleh wisatawan. "Saya dibayar per trip. Kalau yang pendek (short) saya dapat Rp80 ribu, kalau yang long itu bisa Rp150 ribu, karena waktunya bisa sampai empat jam. Kadang tamu suka foto-foto sampai lama, jadi gak mesti cepat selesai," jelasnya.

​Bagi wisatawan, tarif trip diatur transparan: short (Rp400 ribu), middle (Rp500-600 ribu), dan long (Rp700 ribu). Rezeki dari sektor ini, kini dinikmati oleh total 91 anggota dari berbagai komunitas Jeep di Kemuning. Kebanyakan dari mereka, yang dulunya terpaksa merantau ke kota besar, kini bisa bekerja dan berkumpul kembali di kampung halaman. "Dulu sebelum musim Jeep pada merantau, alhamdulillah sekarang kerja di kampung semua," ucap Mas Ucring dengan nada bangga.

​Trek di Kemuning memang menawan hati. Jalanannya bagus dan suasananya selalu sejuk karena berada di tengah hamparan kebun teh yang menghijau. Memberikan pendingin alami bagi mobil dan penumpangnya. Salah satu tujuan utama petualangan kami adalah sebuah jembatan kaca yang terletak di ujung trek.

​Perjalanan kami yang dimulai pukul 13.00 WIB, tiba di jembatan kaca sekitar pukul 14.00 WIB, dan baru kembali lagi ke basecamp sekitar pukul 16.00 WIB.

​Di tengah perjalanan, kami sempat singgah di sebuah lapangan terbuka yang menjadi tempat penting bagi desa. Mas Ucring menyebut, lapangan ini sebagiannya dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) SMF, mitra media gathering kami. Ini menunjukkan betapa potensi wisata lokal bergerak seiring dukungan dari berbagai pihak.

​Lebih dari sekadar mata pencaharian, komunitas ini juga berkontribusi langsung kepada desa. Mereka membayar retribusi sebesar Rp3 juta per tahun per komunitas, sebuah sinergi yang sehat antara pariwisata petualangan dan tata kelola desa.

Momen Abadi dan Catatan Pribadi

Sensasi Adrenalin di Kaki Lawu

Peserta Media Gathering SMF 2025 di Jembatan Kaca Kemuning - Mas Ucring -

Mas Ucring, selain ramah dan informatif, ternyata juga berbakat menjadi fotografer dadakan yang ulung. Dengan HP saya, Samsung A34, dia beraksi mencari sudut terbaik. "Hasil jepretannya bagus," puji saya dalam hati. Dia juga sabar melayani pertanyaan saya yang rada bawel, karena memang sejak awal saya berniat membuat berita boks ini untuk berbagi pengalaman kepada para pembaca fin.co.id.

​Liburan kali ini terasa lengkap. Namun, ada pengakuan jujur dari balik meja redaksi: meski saya sekarang menjabat sebagai pemimpin redaksi, saya tidak cukup pede dengan hasil tulisan ini. Maka, setelah selesai, saya akan meminta redaktur saya, Khanif Lutfi, untuk mengeditnya. Memastikan artikel ini mencapai standar jurnalistik yang tinggi.

Sore itu, puncak Lawu terlihat indah dari kejauhan. Gunung dengan ketinggian 3.265 mdpl menunjukkan pesonanya. Memanjakan mata siapa saja yang melihatnya.

​Petualangan Jeep Adventure di Kemuning ini membuktikan, pesona wisata bukan hanya terletak pada keindahan alamnya yang asri, tetapi juga pada cerita orang-orang di baliknya. Mulai dari sopir yang mencari rezeki hingga kontribusi pada desa. Sebuah pengalaman yang sempurna untuk curhat sekaligus melepas penat. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID