Kesehatan . 05/12/2025, 08:46 WIB
fin.co.id - Siapa sangka, kelompok yang terlihat paling sehat justru berpotensi besar membawa bakteri berbahaya? Dalam diskusi kesehatan bersama Kalventis di Jakarta, dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi-imunologi, dr. Suzy Maria, SpPD-KAI, M.Sc, mengungkap fakta yang bikin banyak orang tercengang. Menurutnya, remaja dan dewasa muda menjadi kelompok paling sering menjadi carrier Neisseria meningitidis, bakteri penyebab penyakit meningokokus yang bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti meningitis.
“Jangan salah, yang menjadi carrier itu justru pada remaja dan dewasa yang muda. Jadi orang-orang muda sehat inilah yang menjadi penularnya,” ujar dr. Suzy. Mereka dapat membawa bakteri ini tanpa gejala, hidup normal, tetapi tetap berpotensi menularkan ke orang lain yang lebih rentan.
Dr. Suzy menjelaskan bahwa kelompok usia muda punya gaya hidup yang sangat mendukung penyebaran bakteri ini. Mereka gemar berkumpul dalam kelompok besar, sering berada di ruangan tertutup, dan berinteraksi dekat dalam waktu lama. Situasi ini membuat bakteri lebih mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya.
Di negara maju, pola ini terlihat nyata. Kasus meningokokus banyak muncul pada mahasiswa atau anggota militer, dua kelompok yang hidup dalam lingkungan komunal. Satu carrier saja sudah cukup untuk membuat penyebaran terjadi secara cepat.
Karena itulah, menurut dr. Suzy, carrier rate pada kelompok usia ini sangat tinggi. Mereka membawa bakteri secara komensal di bagian nasofaring tanpa merasakan sakit apa pun.
Neisseria meningitidis biasanya menetap di nasofaring. Kondisi umum seperti perubahan pada selaput lendir atau turunnya sistem imun bisa membuka jalan bagi bakteri untuk masuk ke aliran darah. Begitu berada di dalam darah, bakteri ini dapat menyebar ke berbagai organ.
“ia paling sering pergi ke selaput otak atau meninges, yang kemudian kalau meradang disebut penyakitnya meningitis, yang penyebabnya salah satu yang fatal dan cukup sering adalah Neisseria meningitidis atau meningokokus,” jelas dr. Suzy. Penyebab meningitis yang fatal dan cukup sering muncul berasal dari jenis bakteri ini. Selain menyerang otak, meningokokus dapat menyebabkan infeksi paru yang memicu pneumonia.
Situasi menjadi semakin serius ketika bakteri menyebabkan penyakit meningokokus invasif atau Invasive Meningococcal Disease (IMD). Meski kondisi ini jarang ditemukan, dampaknya sangat berbahaya dan bisa berkembang cepat.
Walaupun carrier terbanyak berasal dari orang muda yang sehat, penyakit meningokokus invasif justru paling banyak menyerang dua kelompok ekstrem:
Keduanya menjadi target empuk saat bakteri menular melalui percikan cairan pernapasan dari batuk atau bersin.
Pola ini menjelaskan kenapa orang yang terlihat sehat bisa menjadi sumber penyebaran tanpa disadari. Mereka tidak menunjukkan gejala sama sekali, tetapi bisa menulari orang lain yang jauh lebih rentan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id