Ragam . 02/12/2025, 11:33 WIB
fin.co.id - Jalan Tol Prof. DR. Ir. Soedijatmo, atau yang lebih dikenal sebagai Jalan Tol Sedyatmo, membuktikan dirinya sebagai nadi vital mobilitas Jakarta. Ruas tol yang berfungsi sebagai gerbang masuk utama menuju jantung Kota Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno–Hatta ini mencatatkan angka trafik yang fantastis. Sepanjang periode Januari hingga November 2025 saja, 73.131.149 kendaraan melintas di ruas tol ikonik ini! Angka ini memperlihatkan betapa tingginya ketergantungan masyarakat terhadap akses cepat dan andal yang ditawarkan Tol Sedyatmo.
Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) sebagai pengelola jalan tol sepanjang 14,30 km ini memastikan layanan terbaik terus berjalan. Apalagi, ruas tol yang sudah beroperasi sejak tahun 1985 ini dibangun menggunakan teknologi legendaris Pondasi Cakar Ayam. Teknologi ini memberikan kekuatan konstruksi luar biasa pada kawasan yang kondisi tanahnya lunak, menjadikannya salah satu infrastruktur paling ikonik di jaringan Jasa Marga Group.
Tol Sedyatmo tidak hanya sekadar jalan tol, melainkan simpul penting konektivitas yang menghubungkan berbagai ruas utama lainnya. Posisinya sangat strategis, menyambungkan Anda ke Ruas Tol Cawang–Tomang–Pluit, Cawang–Tanjung Priok–Pluit, Jalan Tol Lingkar Barat (JORR W1), hingga Cengkareng–Batuceper–Kunciran (JORR II). Konektivitas yang super ini secara langsung mendukung kelancaran mobilitas harian masyarakat, aktivitas logistik yang masif, dan tentu saja, memicu pertumbuhan kawasan di sepanjang koridor tol.
Ginanjar Bekti R., Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, menegaskan komitmen mereka untuk menjaga kualitas layanan ini. "Kami terus berupaya memastikan bahwa Jalan Tol Sedyatmo tetap memberikan layanan terbaik dan mendukung mobilitas masyarakat yang aman, nyaman, dan lancar," ujarnya.
Untuk mengakomodir lonjakan volume kendaraan yang mencapai puluhan juta, JMT secara konsisten melakukan peningkatan layanan di berbagai aspek, terutama di bagian transaksi. Mereka memahami betul, antrean di gerbang tol bisa memicu kepanikan.
Apa saja langkah yang mereka ambil?
Selain fokus pada transaksi, sepanjang tahun 2025, Jasa Marga juga memperkuat layanan operasional dan pemeliharaan. Mereka memodifikasi Gerbang Semi Otomatis (GSO) menjadi GTO, meremajakan hydrant, papan nama gerbang tol, dan merenovasi ruang server. Mereka juga menambah sarana atur lalu lintas seperti rubbercone dan water barrier, demi memastikan keamanan dan kelancaran di lapangan.
Di bidang preservasi, upaya pemeliharaan jalan tol dilakukan secara intensif. Jasa Marga sudah melaksanakan pekerjaan pemeliharaan jalan tol pada beberapa titik sepanjang 11,5 km, dan melakukan rekonstruksi perkerasan seluas 2.584 m². Ini adalah bagian dari pemeliharaan periodik untuk memastikan kualitas jalan tetap prima dan nyaman.
Selain pemeliharaan jalan, perangkat keselamatan juga tidak luput dari perhatian. Mereka melakukan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU), perbaikan rambu, Median Concrete Barrier (MCB), guardrail, reflector, dan perangkat keselamatan lainnya.
Satu hal yang tidak kalah penting adalah langkah JMT dalam mitigasi bencana, terutama menghadapi potensi genangan air dan cuaca ekstrem. Ini adalah upaya krusial, mengingat letak Tol Sedyatmo yang berada di kawasan dengan kondisi tanah lunak dan rawan banjir:
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id