Kesehatan . 29/11/2025, 23:04 WIB
fin.co.id – Kabar gembira datang dari arena farmasi dan kesehatan jantung Indonesia. Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI) baru saja menggebrak pasar dengan meluncurkan terapi dislipidemia revolusioner berupa obat kombinasi tetap Ezetimibe dan Rosuvastatin. Peluncuran ini bukan sekadar penambahan produk, melainkan sebuah sinyal kuat bahwa strategi penanganan kolesterol di Indonesia akan segera bergeser, mengikuti panduan global yang lebih agresif.
Jika Anda atau kerabat Anda berjuang mati-matian menurunkan kolesterol jahat (LDL-C) namun hasilnya stagnan, terapi ‘senjata ganda’ ini mungkin menjadi solusi yang Anda cari. Daewoong mengklaim produk inovatif mereka mampu membuat target LDL-C turun lebih rendah dan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Keunggulan utama dari obat kombinasi Daewoong ini terletak pada mekanisme kerjanya yang menargetkan dua jalur utama kolesterol dalam tubuh secara bersamaan, atau yang biasa disebut Dual-Pathway Strategies. Ini adalah titik balik dari strategi statin tunggal dosis tinggi yang dinilai kurang efektif bagi sebagian pasien risiko tinggi.
Begini cara kerja duet maut ini:
Dengan memblokir produksi dan penyerapan, penurunan LDL-C menjadi lebih kuat, bahkan dengan dosis obat yang lebih rendah, dibandingkan jika hanya mengandalkan statin dosis tinggi. Daewoong memberikan pilihan yang presisi dengan tiga varian dosis: 10/5 mg (yang merupakan tablet kombinasi dosis ini pertama di Indonesia), 10/10 mg, dan 10/20 mg, untuk mengakomodasi pasien risiko rendah hingga sangat tinggi.
Peluncuran ini menjadi sorotan dalam simposium ilmiah bertema “Future Perspectives on Dual-Pathway Strategies in Cardiovascular Risk Reduction,” yang diadakan Daewoong bekerja sama dengan Perkumpulan Kardioologi Indonesia (PERKI). Simposium ini dihadiri lebih dari 200 dokter spesialis jantung, termasuk pakar dari Korea Selatan.
Ketua PERKI, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, mengungkapkan data yang mengejutkan. "Lebih dari 80% pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C $70 \text{ mg/dL}$," katanya. Bahkan, hanya 8,5% pasien risiko sangat tinggi yang mencapai target lebih rendah lagi, yaitu $55 \text{ mg/dL}$. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pengobatan saat ini masih belum memadai.
Dr. Ade menegaskan pentingnya strategi baru ini. "Pedoman ESC (European Society of Cardiology) menekankan prinsip ‘semakin rendah dan semakin cepat, semakin baik’. Artinya, menurunkan LDL-C sedini mungkin, terutama dengan terapi kombinasi, sangat penting untuk pencegahan yang efektif," jelasnya. Ini adalah kode keras bagi Anda yang masih menunda penanganan kolesterol tinggi!
Pakar dari Korea Selatan, Prof. Won Ho Youn, MD., Ph.D., membongkar bukti-bukti ilmiah global yang mendukung penggunaan kombinasi Ezetimibe + Rosuvastatin. Dalam paparannya, ia menyebut studi penting seperti ACTE (AJC, 2011) dan RACING (Lancet, 2022).
Prof. Won Ho Youn menyampaikan, "Terapi kombinasi yang menghambat penyerapan dan produksi kolesterol secara bersamaan merupakan strategi penting untuk mencapai target LDL-C dalam panduan global, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien jangka panjang."
Data studi tersebut menunjukkan bahwa terapi kombinasi memberikan penurunan LDL-C yang lebih besar dan secara signifikan memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan penggunaan statin dosis tinggi. Jadi, Anda tidak perlu khawatir berlebihan tentang efek samping dosis tinggi yang kerap terjadi pada terapi tunggal.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id