Sebelum lomba, Maul (sapaan akrabnya, red), juga melakukan perawatan khusus kepada burung kesayangannya itu.
"Malam sebelum lomba dikasih jangkrik yang banyak. Besoknya juga dikasih lagi," terang anak muda yang tinggal di sekitar wilayah Srengseng.
Ia menjelaskan, setiap burung kicau itu memiliki karakter yang berbeda. Maka dari itu, setiap pemilik harus memahami betul karakter burung yang dimiliki.
Semakin sore, awan mendung mulai menutup sinar matahari secara perlahan. Satu per satu Kicau Mania mulai meninggalkan arena gantangan 'Srengseng Arena'.
Suasana yang tadinya terasa hidup dengan suara teriakan burung dan para penikmatnya kini mulai sepi.
Namun, ada satu hal yang dapat dipetik dari semua ini. Gantangan ini bukan sekadar arena perlombaan. Tetapi juga menjadi tempat cerita, pertemanan dan rasa bangga lahir.
Di sini, pertandingan bukan hanya soal menang atau kalah. Tapi lebih dari itu, ini soal merawat hobi dan menjaga silaturahmi.