Mengubah Mangrove Menjadi Investasi Iklim Strategis Lewat Inovasi Pembiayaan
Delegasi Indonesia menarik perhatian dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim ke-30 (COP30) di Belém, Brasil, dengan memaparkan keberhasilan program rehabilitasi Mangrove berskala masif.
Kelima, Kepastian Hak Atas Lahan, yang krusial agar para pihak merasa aman dan percaya diri untuk berinvestasi pada lahannya.
Keenam, Berbagi Pengetahuan, melalui penguatan kerjasama Selatan-Selatan dan pembangunan jaringan pembelajaran global.
Keseluruhan upaya ini diperkuat oleh sinergi lima pemangku kepentingan utama: Kepemimpinan Pemerintah (regulasi dan standar), Mitra Internasional (pendanaan dan keahlian), Komunitas Lokal (implementasi dan pengetahuan tradisional), Lembaga Riset (monitoring dan evaluasi dampak), serta Organisasi Non-Pemerintah (NGO) (mobilisasi dan advokasi).(*)