Harapan Baru di Bangku Sekolah Rakyat

fin.co.id - 13/11/2025, 21:42 WIB

Harapan Baru di Bangku Sekolah Rakyat

Muhammad Daffa Raasyid, siswa Kelas VIII Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Bandung Barat - Dok PU -

SRMP 11 Bandung Barat kini bukan sekadar bangunan tua yang dimanfaatkan, melainkan sekolah yang dilengkapi fasilitas modern. Dukungan infrastruktur dari Kementerian PU mencakup renovasi ruang kelas, asrama putra dan putri yang terpisah, ruang makan, laboratorium, hingga pengadaan meubelair baru seperti 50 kasur siswa, 319 kursi, 175 meja siswa, dan 92 kipas angin—semuanya menunjang kenyamanan 100 siswa (56 putra, 44 putri) yang diasuh oleh 33 tenaga pendidik dan staf.

Menteri PU Dody Hanggodo dan Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno menegaskan bahwa pembangunan ini adalah komitmen nyata pemerintah. SRMP 11 hanyalah satu dari 20 lokasi renovasi Tahap I di Jawa Barat.

"Melalui dukungan infrastruktur yang lebih layak dan aman, sekolah rakyat diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini," kata Tomi, menjelaskan visi jangka panjang yang juga mencakup rencana pembangunan boarding school permanen di Tahap II.

Oase di Tengah Keterbatasan

Harapan Baru di Bangku Sekolah Rakyat

Murid-murid Sekolah Rakyat SRMP 11 Bandung Barat sedang beraktivitas di kelas - Dok PU -

Bagi Daffa dan teman-temannya, sekolah ini adalah oase. Ia bukan hanya sekadar tempat menampung ilmu, tetapi menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah tembok akhir dari sebuah impian.

"Mau bilang terima kasih untuk Pak Presiden," ucapnya kepada saya, menanggapi keinginannya untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. "Betah sekali disini, makananya enak-enak, banyak teman," ucapnya lagi dengan tulus.

Rasanya, saya masih ingin mewawancarai Daffa lebih lama, karena jujur, saya penasaran sekali dengan apa itu sekolah rakyat, bagaimana sistem pendidikan yang diterapkan. Namun, waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Rombongan Press Tour kami dari Wartawan Kementerian PU harus segera bergeser lagi ke tujuan selanjutnya, yaitu Sekolah Rakyat tingkat SMA yang ada di wilayah Lembang. Leader Press Tour kami, Mas Tri, sudah meminta kami buru-buru menuju bus yang sudah siap membawa kami ke tujuan berikutnya.

Bahkan saya juga tak sempat mewawancarai guru yang mengajar di Sekolah Rakyat itu, karena tak sempat, waktunya terbatas. Saya juga ingat, kuota berita saya baru sedikit, saya harus segera menulis secepatnya agar hasil kinerja kami di redaksi fin.co.id, bisa segera dilaporkan oleh Redaktur Pelaksana kami, Derry Sutardi. Meski saya Pemimpin Redaksi, tapi saya tetap punya kewajiban menulis, sambil memberikan contoh positif untuk teman-teman redaksi lainnya.

Hmmm, kesimpulannya, senyum Daffa hari itu menjadi representasi dari 100 senyum lain, seratus harapan baru, yang kini memiliki landasan yang kokoh untuk menatap hari esok. Melalui selembar surat dan sebuah bangunan sekolah yang layak, pemerintah telah menyalakan kembali semangat juang anak-anak bangsa. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID