Ragam . 04/11/2025, 12:21 WIB
fin.co.id - Kabar ambisius datang dari sektor infrastruktur! Kementerian Pekerjaan Umum (PU) baru saja meneken kontrak paket pekerjaan raksasa senilai Rp 4,8 triliun untuk Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II di Provinsi Papua Selatan. Proyek sepanjang 80,5 kilometer ini bukan sekadar pembangunan jalan biasa, tetapi merupakan langkah penting dalam mempercepat infrastruktur konektivitas yang mendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam – Muting.
Penandatanganan kontrak pada Senin, 3 November 2025, secara tegas menandai komitmen serius pemerintah dalam mengimplementasikan amanat Instruksi Presiden (Inpres) No. 14 Tahun 2025. Inpres ini secara spesifik menargetkan Merauke sebagai salah satu lumbung pangan baru di Indonesia Timur. Proyek Jalan Wanam-Muting ini menjadi fondasi utama bagi Merauke untuk mencapai potensi besarnya sebagai pusat produksi pangan nasional.
Menteri PU, Dody Hanggodo, langsung menegaskan betapa krusialnya pembangunan infrastruktur dasar ini untuk mendorong produktivitas kawasan. Dia melihat Merauke memiliki potensi luar biasa.
"Merauke memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pangan," kata Menteri Dody. Kementerian PU berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air dan, tentu saja, konektivitas jalan. Tujuannya sangat jelas: memastikan kawasan ini bisa berproduksi sepanjang tahun dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat Papua Selatan.
Menteri Dody juga menyampaikan bahwa proyek Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II merupakan titik awal dari komitmen kolektif pemerintah. Komitmen ini bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN). KSPEAN menargetkan Merauke sebagai lumbung pangan strategis baru, bukan hanya untuk wilayah Timur, tetapi juga untuk ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.
Penandatanganan kontrak jumbo ini dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan, Ditjen Bina Marga Kementerian PU. Kontraktor pelaksana yang memenangkan tender ini adalah Konsorsium (KSO) yang terdiri dari perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta nasional ternama: PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya, PT Batulicin Beton Asphalt, dan PT Modern Widya Tehnical.
Proses tender prakualifikasi proyek ini sudah berlangsung sejak 11 Agustus 2025. KSO tersebut berhasil memenangkan kontrak pekerjaan fisik dengan total nilai mencapai Rp 4,8 triliun.
Lingkup pekerjaan fisik ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 80,5 kilometer dan pembangunan tiga jembatan. Proyek ini diproyeksikan memiliki masa pelaksanaan selama 720 Hari Kalender dan target penyelesaiannya paling lambat pada 25 Oktober 2027. Target waktu yang ketat ini menunjukkan urgensi pemerintah dalam menyelesaikan proyek konektivitas vital di Papua Selatan.
Pembangunan Jalan KSPP Wanam – Muting Segmen II memiliki arti strategis ganda. Selain mendukung konektivitas antarwilayah dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Papua Selatan, proyek ini juga harus menjadi contoh praktik terbaik (best practice) dalam pelaksanaan pembangunan jalan di kawasan timur Indonesia.
Pemerintah menuntut agar pelaksanaan pembangunan ini berlangsung transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil yang nyata. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci untuk memastikan dana triliunan rupiah ini benar-benar memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan masyarakat Papua.
Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, secara khusus memberikan pesan tegas kepada penyedia jasa. Ia menekankan perlunya profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab penuh dalam bekerja, serta menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Selain itu, Roy juga meminta semua pihak yang terlibat dalam Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II untuk memperhatikan tiga aspek penting: keselamatan kerja, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id