BREAKING! Prabowo Blak-blakan di KTT APT: Ini Resep Anti-Guncangan Ekonomi Kawasan yang Wajib Kita Tahu!

fin.co.id - 27/10/2025, 16:45 WIB

BREAKING! Prabowo Blak-blakan di KTT APT: Ini Resep Anti-Guncangan Ekonomi Kawasan yang Wajib Kita Tahu!

Di KTT APT, Presiden Prabowo dorong integrasi kawasan dan persaingan konstruktif hadapi tantangan global. Kunci jaga stabilitas ekonomi Asia Timur!

Intinya:

  1. Mendesak Penguatan Kerja Sama Konkret dan Integrasi Kawasan
  2. Fokus pada Ketahanan Pangan dan Keuangan Regional
  3. Menegaskan Persaingan Harus Bersifat Konstruktif

Ancaman nyata membayangi Asia Timur! Di KTT ASEAN Plus Three (APT), Presiden Prabowo Subianto mendesak para pemimpin kawasan untuk segera memperkuat benteng pertahanan ekonomi dan pangan. Mengingat gejolak global yang makin intens, Prabowo menekankan kunci utama menghadapi guncangan: Integrasi Kuat, APTERR Diperkuat, dan persaingan wajib konstruktif. Ini bukan lagi wacana, tapi langkah mendesak agar kawasan kita tidak tenggelam dalam ketidakpastian!

fin.co.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama konkret dan memperdalam integrasi kawasan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Hal itu ia sampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-28 ASEAN Plus Three (APT) di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Senin, 27 Oktober 2025.

Menurut Presiden Prabowo, kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur kini dihadapkan pada berbagai tekanan global seperti perubahan iklim, gangguan perdagangan internasional, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik. Semua tantangan itu, kata dia, berdampak langsung pada kehidupan masyarakat di seluruh kawasan.

“Bagi Indonesia, hal-hal ini bukanlah risiko yang bersifat abstrak. Inilah tekanan nyata bagi para petani kita, generasi muda kita, dan peran penting yang kita mainkan dalam rantai pasok global,” ujar Prabowo.

Perkuat Integrasi Regional dan Diversifikasi Perdagangan

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti hasil laporan terbaru ASEAN Plus Three Regional Economic Outlook yang menunjukkan ketangguhan ekonomi kawasan. Namun, ia mengingatkan agar negara-negara anggota tidak menganggap stabilitas sebagai sesuatu yang pasti.

Untuk itu, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat integrasi ekonomi, diversifikasi perdagangan, dan jaring pengaman keuangan sebagai inti dari agenda kerja sama ASEAN Plus Three. “Indonesia mengakui kontribusi besar kerja sama trilateral antara Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea bagi pertumbuhan kawasan,” katanya.

Prabowo menambahkan, pendalaman kerja sama trilateral melalui pertemuan puncak dan tingkat menteri secara rutin akan sangat penting agar kawasan mampu menghadapi guncangan ekonomi global di masa depan.

Prabowo Dorong Kerja Sama Pangan dan Keuangan Regional

Selain menyoroti kerja sama ekonomi, Prabowo juga menekankan pentingnya ketahanan pangan di kawasan. Ia mendorong peningkatan kapasitas ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) agar pasokan pangan tetap stabil, sekaligus memperkuat mekanisme pertukaran informasi darurat antarnegara.

Prabowo juga menekankan pentingnya implementasi penuh APT Cooperation Work Plan 2023–2027 serta penguatan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM). Menurutnya, langkah ini krusial untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan keuangan antarnegara di kawasan.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID