Karier cemerlang Bella juga membawanya ke pentas ilmiah internasional. Ia terlibat dalam Digestive Disease Week (DDW) 2024 di Washington D.C., salah satu konferensi gastroenterologi terbesar di dunia. Meski gagal hadir secara langsung karena kendala visa, Bella tetap menjadi bagian penting dalam penyusunan materi ilmiah dan komunikasi dengan profesor di Amerika Serikat.
“Itu pengalaman luar biasa bagi saya, karena sebagai fresh graduate saya bisa berdiskusi langsung dengan profesor dari berbagai negara,” tuturnya dengan senyum bangga.
Masa Depan Industri Farmasi dan Harapan untuk Indonesia
Bella Tania tengah melakukan penelitian obat di Leboratorium - Dok Foto Pribadi -
Menurut Bella, masa depan industri farmasi akan sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI) dan machine learning. “Di Korea, penggunaan AI di bidang kesehatan sudah mulai luas. Ke depan, pengembangan obat akan bergerak ke arah personalized medicine, di mana obat disesuaikan dengan karakteristik individu,” jelasnya.
Bella juga menyoroti perbedaan antara industri farmasi di Indonesia dan Korea. “Kalau di Indonesia, sebagian besar fokusnya masih di obat generik, yaitu mengembangkan obat yang sudah ada. Sementara di Korea, mereka banyak berinovasi dari awal, menciptakan obat baru sejak tahap riset hingga uji klinis,” katanya.
Bagi Bella, bekerja bukan sekadar mengejar prestasi pribadi. “Memberi dampak berarti saya berbuat sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Saya selalu bertanya, apakah pekerjaan saya bermanfaat bagi orang lain?” ucapnya. Filosofi ini sejalan dengan prinsip yang dipegang Daewoong: win-win-win — semua pihak harus mendapatkan manfaat dari kolaborasi.
Dengan visi itu, Bella juga ingin mendorong anak muda Indonesia agar lebih percaya diri. “Orang Indonesia itu hebat, tapi sering kurang percaya diri. Banyak sekolah farmasi kita yang bagus. Jadi jangan takut bersaing di luar negeri,” pesannya.
Ketika ditanya tentang impian jangka panjang, Bella tersenyum. “Kalau Nobel Prize belum kepikiran,” katanya sambil tertawa kecil. “Tapi saya ingin terus mendalami bidang farmasi, mungkin jadi profesor, atau suatu hari nanti kembali ke Indonesia untuk mengajar. Saya ingin berbuat banyak di bidang farmasi.”
Baca Juga
Bella Tania adalah bukti nyata bahwa kerja keras, dedikasi, dan semangat belajar bisa membuka jalan ke mana pun, bahkan hingga ke laboratorium riset global. Dari Bandung ke Seoul, dari kelas farmasi hingga ruang rapat internasional, perjalanan Bella menggambarkan arti sesungguhnya dari lifelong learner — seseorang yang terus belajar, tumbuh, dan memberi dampak.
“Kalau saya boleh berbagi pesan,” tutup Bella, “temukan apa yang kamu cintai, tekuni dengan sepenuh hati, dan selalu ingat untuk memberi manfaat bagi orang lain. Karena dari situlah makna sesungguhnya dari kesuksesan.” (GIT/KHN)