Lifestyle . 19/08/2025, 08:38 WIB

Luncurkan Dua Buku, Irsyad Mohammad: Puisi Esai Bisa Menjadi Peringatan Dini bagi Bangsa

Penulis : Khanif Lutfi
Editor : Khanif Lutfi

Melalui kedua buku ini, Irsyad menegaskan kehadirannya bukan hanya sebagai penyair, melainkan intelektual publik muda. Ia menulis bukan untuk menara gading, tetapi untuk jembatan yang menghubungkan kata dan dunia nyata, luka dan wacana, sastra dan sejarah.

Pada kesempatan yang sama, ada dua penyair kawakan yang mengulas kedua buku tersebut yakni Jamal D. Rahman dan Angin Kamajaya.

Jamal menilai, menulis puisi esai menuntut keterampilan berjalan di garis tipis antara disiplin fakta  dan kebebasan imajinasi. Dalam praktiknya, penulis puisi esai sering menggabungkan potongan dialog imajiner dengan catatan peristiwa nyata, menyisipkan citraan yang lahir dari riset lapangan, atau meminjam suara tokoh sejarah yang dihidupkan kembali melalui monolog puitis. 

"Dalam konteks itu, Irsyad adalah satu kasus dalam sastra Indonesia, terutama dalam relasi kompleks antara sastra dan sejarah," ujarnya.

"Irsyad memberi kita gambaran konkret bagaimana sastra dan sejarah dapat bertemu, saling meneguhkan, sekaligus saling menguji," sambung Jamal.

Sementara itu, Angin Kamajaya mengkritisi sekaligus mengapresiasi cara Irsyad untuk memanfaatkan Artificial Intellegence (AI) dalam buku "Yang Luput dari Jantung Sejarah". Ia menilai bahwa bahwa karya ini menjadi bukti bahwa meskipun ada AI, fungsinya hanya sebatas membantu. 

"Kebuntuan kebuntuan ide, kesulitan mengembangkan ide dalam menulis, bisa dibantu untuk berkembang oleh AI," jelasnya. **

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id