Kesehatan . 18/08/2025, 21:49 WIB

Bahaya Makan Mi Instan dengan Nasi, Pakar Gizi IPB Beri Peringatan

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id -Apakah kamu sering makan mi instan dengan nasi? Kombinasi ini memang populer di Indonesia karena murah, mengenyangkan, dan rasanya nikmat. Namun, di balik kenikmatannya, pakar gizi mengingatkan bahaya besar jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus.

Siapa yang Memberi Peringatan?

Peringatan ini datang dari Rosyda Dianah, SKM, MKM, Dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi Universitas IPB. Dalam keterangan yang diterima Disway.id pada Senin, 18 Agustus 2025, ia menegaskan bahwa konsumsi mi instan dan nasi secara bersamaan dapat memicu gangguan kesehatan serius.

Mengapa Mi Instan dengan Nasi Berbahaya?

Menurut Rosyda, mi instan dan nasi sama-sama merupakan sumber karbohidrat sederhana. Jika dikonsumsi bersamaan, keduanya bisa menyebabkan ketidakseimbangan gizi. “Kombinasi ini berisiko menimbulkan ketidakseimbangan gizi dan berbagai gangguan kesehatan jika tidak diimbangi dengan asupan gizi lain,” ungkapnya.

Apa Risiko Kesehatannya?

Konsumsi karbohidrat berlebihan dalam sekali makan dapat membuat gula darah melonjak drastis. Tubuh akan merespons dengan memproduksi insulin dalam jumlah besar. Jika kondisi ini terus berulang, dapat muncul resistensi insulin yang menjadi pintu masuk diabetes tipe 2. “Prinsipnya adalah menyeimbangkan piring makan sesuai dengan pedoman Isi Piringku. Pastikan karbohidrat tidak lebih dari seperempat bagian piring dan lengkapi dengan protein, lemak sehat, serta serat dari sayuran dan buah,” tambah Rosyda.

Rendah Gizi, Tinggi Risiko

Selain risiko diabetes, mi instan dan nasi juga rendah nilai gizi. Mi instan disebut sebagai makanan “kosong gizi” karena minim serat, vitamin, dan mineral. Nasi putih pun memiliki karakter serupa. “Konsumsi kedua makanan ini tanpa diimbangi dengan sayur, protein, dan lemak sehat akan menyebabkan defisiensi nutrisi. Pasien akan merasa kenyang, tapi nutrisi yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi,” jelas Rosyda.

Bagaimana Cara Mengurangi Risikonya?

Pakar gizi menyarankan beberapa langkah agar masyarakat tidak terjebak pada pola makan berisiko:

  • Kurangi frekuensi: Jangan jadikan mi instan dengan nasi sebagai menu harian. Konsumsi sesekali saja.
  • Tambahkan gizi seimbang: Jika terpaksa makan mi instan, lengkapi dengan telur, ayam, daging, atau sayuran hijau agar lebih bergizi.
  • Pilih karbohidrat kompleks: Ganti nasi putih dengan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau jagung.

Kebiasaan makan mi instan dengan nasi memang enak dan mengenyangkan, tapi berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika tidak diimbangi dengan gizi seimbang. Pakar gizi IPB mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih makanan dan menerapkan pola makan sehat. Dengan begitu, risiko penyakit degeneratif bisa dicegah sejak dini. (Hasyim Ashari)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id