Catatan Dahlan Iskan . 19/07/2025, 05:19 WIB
PSI ini partai yang kontroversial sejak kemunculannya. Partai baru tapi dana unlimited. Orang bilang partai Sejuta Baliho. Bahkan jumlah dan besarnya mengalahkan partai lama yang sudah besar. Padahal anggotanya anak anak mudah. Bahkan mantan ketuanya DO an Universitas Paramadina. Duitnya dipasok darimana coba. Sudahlah lupakan PSI. Awalnya saja sudah mencurigakan. Duit dipasok siapa dan darimana. Saya sih paham wong bapak ketuanya masih jadi Presiden saat itu. Tentu banyak "uluran tangan". Dan jangan lupa. Sekarang kakaknya Wapres. Banyak anggotanya yang masuk kabinet dapat posisi. Pastinya arus duit bakal terus lancar walaupun tak seperti pas bapaknya masih berkuasa. Intinya, lupakan partai model model begini.
Eyang Sabar56
Dimata kami (rakyat kecil di pedesaan), apapun partainya sama saja. Yang penting serangan fajar, panjar boleh juga. Siapapun pemenangnya, kami ya begini² saja. Tak ada pengaruhnya. Yang enak pengurus partainya saja. Kami adalah penonton setia sandiwara politik.
djokoLodang
-o-- SAYANG ANAK Dalam perang Baratayudha, Panglima perang Korawa, Begawan Dorna, sangat perkasa. Tak terkalahkan. Mengikuti arahan Prabu Kresna, penasihat perang Pandawa, Bima membunuh gajah bernama Hestitama. Bima berteriak: "Aswatama mati!" Teriakan ini kemudian disambung oleh sorak para prajurit di medan perang. "Aswatama mati! Aswatama mati!!!", Teriakan mereka menggema hingga terdengar oleh Durna. "Apaaa? Aswatama putraku mati?". Begawan Durna kaget setengah tak percaya. .Begawan Durna linglung, hilang konsentrasinya sebagai panglima perang Kurawa. Ia mengkomfirmasi berita itu kepada Arjuna. "Muridku Arjuna, apakah benar Aswatama, mati?" "Benar yang kudengar, Aswatama mati", jawab Arjuna tanpa ragu. Begawan Durna menemui Bima. Ia ingin memperoleh jawaban yang lebih pasti. Bima pasti akan berkata jujur padanya. "Bima muridku, apakah benar Aswatama mati?", "Benar, jawab Bima. Lalu Begawan Durna pergi menemui Prabu Yudistira., ksatria yang jujur, tak pernah berbohong selama hidupnya. "Anak Prabu Yudistira, apakah benar Aswatama telah mati di medan perang?" "Ya, bapa Durna. Saya dengar Hes-ti-TAMA telah gugur." Ia berkata jujur, bahwa yang meninggal adalah Hestitama, bukan Aswatama. Tapi kata hesti diucapkannya pelan. (hesti artinya gajah). Begawan Durna memejamkan mata, dan menundukkan kepala. Ia mencopot semua atribut panglima, pangkat kebesaran perangnya. Di saat itulah Destrajumena mengayunkan pedangnya. Begawan Dorna gugur. --koJo.
Sadewa 19
"Padahal negara ini memerlukan satu partai tengah yg dominan" ___CHDI Partai Tengah sebagai penyeimbang antara partai kiri dan partai kanan, mungkin fungsinya mirip seorang Raja di Thailand. Saya baru dari sana minggu lalu. Membaca berita adanya gonjang ganjing politik di Thailand, saya sudah khawatir. Apalagi sampai seorang perdana menteri akan di leengserkan. Saya membayangkan peristiwa 98, terjadi di Bangkok. Bayangan saya salah, ternyata setelah sampai di Bandara Bangkok, semua nampak adem ayem. Ekonomi dan bisnis juga berjalan normal. Hanya foto Raja yg terpampang di gedung gedung, di jalanan kota. Kata orang sana, selama ada Raja, politik sepanas apapun bisa didinginkan. Lega rasanya, tidak ada kerusuhan politik, apalagi kekacauan ekonomi dan sosial. Negara yg tidak punya Raja, rawan kekacauan. Negara Timur Temgah yg sudah tidak memiliki Raja/Sultan pun begitu sangat tidak stabil, berantem terus, ribut terus. Negara sebesar Inggris pun masih mempertahankan adanya Raja. Sudah saatnya Indonesia punya Raja. Raja yg bisa mendamaikan Gajah dan Banteng.
Juve Zhang
Satu satu negara besar menengah kecil mulai berpaling ke Tiongkok..... mereka berdatangan ke Beijing....mereka tidak datang ke Washington lagi....bahkan PM Australia Anthony berkunjung 6 hari ke Tiongkok sebuah kunjungan Terlama bagi PM Anthony........semua sudah gerah digebukin Tarif tinggi....dan ekonomi negara mereka yg digebukin pada Macet.......53 negara Afrika jelas kena gebuk Tarif tinggi Trump....makanya Tiongkok beri NOL persen ke 53 negara Afrika....semua seakan malas jumpa Trump....yg hari hari omongan nya cuma ancaman Tarif tinggi....koar koar nya menandakan runtuh nya ekonomi Amerika yg menderita Defisit Gajah hamil..... Trump hanya ke LN ke Saudi Qatar UAE yg kaya raya ambil angpao dan pulang ....mau ke Korut pun ditolak Jon UN....sudah gak minat omong sama tukang ngibul....mending sama Putin Duit mengalir deras....tentara Korut di minta bangun yg porak poranda....ada income masuk gede .... Trump sudah dilupakan Jon UN.....om Jin Ping pun malas jumpa Trump....tukang omong bualan gede.... wlwkw
Rizal Falih
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id