Catatan Dahlan Iskan . 09/07/2025, 08:09 WIB

Serba Utara

Penulis : Khanif Lutfi
Editor : Khanif Lutfi

Serba Utara

Kejadiannya di Australia: seorang guru, punya istri dan dua anak, jatuh cinta ke muridnya yang berumur 14 tahun. Si murid lagi punya problem besar dengan orang tuanyi.

Istri sang guru kemudian hilang. Tidak ada bukti pembunuhan. Tapi polisi curiga dia dibunuh sang suami demi mendapatkan murid wanitanya. Seminggu dua minggu kemudian si murid dibawa pulang ke rumah itu. Menempati kamar sang istri.

Sampai 30 tahun misteri hilangnya istri itu tidak terungkap. Setelah si murid tamat sekolah, dia dikawini. Di umur 17 tahun. Punya anak satu, perempuan.

Hazel, sebagai wartawan, terus mempersoalkan hilangnya si istri. Bertahun-tahun. Tidak putus asa. Ketika zaman baru lahir --zaman medsos-- dia bikin podcast. Temannya: The Teacher’s Pet. Berseri. Semua yang terkait diundang ke podcast. Heboh. Pemirsa podcast itu sampai 18 juta orang.

Akhirnya sang guru ditangkap: setelah 40 tahun istrinya hilang. Setelah ia punya istri yang ketiga. Si murid sudah lama lari dari rumah sang guru --tidak tahan atas hidup dikungkung suami di rumah saja.

Kecurigaan terbesar: sang istri dikubur di pekarangan rumah. Sunyi. Rumah ini di bukit yang jalannya buntu. Apalagi ditemukan baju-baju sang istri juga terkubur di situ. DNA di baju itu sampai diperiksakan ke Texas di Amerika. Cocok dengan DNA sang istri.

Gara-gara podcast itu sang guru ditangkap. Diadili. Ia mengaku tidak bersalah. Tidak ada bukti. Pekarangan rumah digali. Tidak ditemukan apa-apa.

Yang terbukti: ia melakukan hubungan seks dengan muridnya di saat si murid berumur 15 tahun. Di zaman 40 tahun sebelum pengadilan, itu masih dianggap melanggar hukum.

Vonis Hakim dijatuhkan di tahun 2023 --40 tahun setelah hilangnya istri. Pengadilan itu berlangsung dua tahun --karena terhambat Covid-19.

Sang guru mengajukan permintaan: tidak mau pakai sistem juri. Siapa pun di Australia sudah punya kesimpulan ia-lah pembunuh sang istri --akibat kuatnya pengaruh podcast The Teacher’s Pet.

Sang guru minta pengadilannya pakai sistem hakim tunggal. Biar hakim yang memutuskan ia bersalah atau tidak.

Permintaan dipenuhi. Kali pertama sistem juri tidak dipakai atas permintaan terdakwa.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id