Catatan Dahlan Iskan . 05/07/2025, 09:49 WIB
Pak Dahlan Iskan, bersama disway.id dan Harian Disway, berterima kasih kepada QRIS. Yang kini sudah menjadi alat pembayaran sejuta umat. Kelak semiliar umat. Apakah seharusnya Disway, khususnya disway.id, juga berterima kasih kepada DANA, aplikasi dompet digital itu? Saya yakin, disway.id sudah mendulang banyak views dari berita-berita bombastis DANA dengan berbagai variasinya. Saya mencatat, rata-rata 30 berita DANA dalam berbagai variasi yang tayang setiap hari. Mohon maaf, saya ingin mengkritik disway.id terkait hal tersebut. Menurut saya: 1. Banjir berita bombastis DANA berdampak negatif. Masyarakat diajari untuk mendapatkan uang secara instan tanpa perlu kerja keras. Padahal, kemungkinan berhasilnya tidak sampai satu persen. 2. Saya, dan mungkin banyak pembaca lain, sangat terganggu oleh banjir berita DANA tersebut. Maaf, disway.id menjadi tidak nyaman dibaca. 3. Banjir berita DANA adalah nikmat yang memabukkan. Sekarang ini memang banyak views-nya. Tapi, sampai kapan? Jika tidak segera diantisipasi, suatu waktu kinerja disway.id akan terseret turun karena berita-berita ini. 4. Saya menduga banjir berita DANA semata inisiatif redaksi untuk mendulang views sebanyak mungkin. Bukan iklan atau hasil kerja sama. Tapi, kalau itu merupakan iklan atau kerja sama, sebaiknya jumlahnya tidak sebanyak itu. *lanjut di komen bawah.
pak tani
Selamat Ulang tahun Disway! Selamat buat perusuh yang kemarin ikut ritual cuci QRIS Selamat juga untuk tiongkok, karena berhasil produksi chip 5nm secara mandiri. Saat ini chip HP terkecil yang beredar adalah 4nm yang sangat tergantung oleh mesin EUV Belanda, Tiongkok yang dijegal, 'terpaksa' membuat chip 5nm dengan mesin DUV. Yang jadul, tapi berhasil dioptimalkan sedemikian rupa untuk membuat chip 5nm - dan kemungkinan akan ke 4nm, dst. Sekilas via chat GPT, saat ini chip terkecil adalah 2nm buatan IBM, tentu saja memakai mesin EUV buatan Belanda. Hidup itu memang harus seperti bulu ketek. Tetap tumbuh meski terjepit. Kalau tiongkok bisa, kita juga harusnya bisa. Dimulai dari QRIS, dilanjutkan dengan kemandirian selanjutnya. Yang terdekat sepertinya kemandirian pangan / pertanian. Semoga Sekali lagi DIrgahayu Disway, Dirgahayu Bangsaku.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
KAMPUNG DISWAY SEDANG RINDU BANG DAKTUR DISWAY SUKARELA: PAK MIRZA MIRWAN.. Beliau itu bukan sekadar perusuh. Tapi “Bang Daktur” yang kita rindukan—peramu ulung dari info mentah jadi racikan komentar yang gurih. Kalau orang lain cuma kirim selarik dua, beliau bisa menyusun dengan telaten: ambil bahan utama, sisipkan referensi lintas sumber, diolah seimbang, dan bernas. Apalagi kalau sudah bicara Amerika, atau Timur Tengah—langsung terasa: ini tulisan dari meja redaksi "sukarela" Disway, edisi luar negeri. Saking konsistennya, kita jadi nunggu. Komentar beliau jadi semacam “editorial” tak resmi yang ditunggu-tunggu warga kampung DISWAY. Kami sadar, mungkin beliau sedang "sibuk". Bertapa. Rehat sejenak. Atau sedang meramu tulisan yang lebih dahsyat. Tapi, Bang… 98% perusuh di kampung ini sudah pasang spanduk: “Pulanglah, Bang Daktur!” Kami rindu komentar panjangmu, lengkap dengan referensi, ramuan khas, mencerdaskan. Kalau Abah Dahlan saja masih setia tiap subuh, masa “Redaktur Kehormatan” kampung ini absen lama? Kembali, Bang. Kampung ini menanti.
Runner
Usia memang sudah ditentukan oleh yang Kuasa. Begitu keyakinan orang atau sebagian besar orang. Penyakit bisa datang tiba tiba, namun bukan berarti pasrah saja nggak jaga kesehatan. Orang orang seperti pak Pungky. Orang orang pintar, hebat yang kiprahnya sangat berguna untuk bangsa. Tentu mereka sudah berupaya jaga kesehatan. Namun kadangkala seringkala tekanan pekerjaan dan target pekerjaan melenakan upaya untuk memberi waktu jaga kesehatan. Bisa melupakan olahraga teratur, makan makanan sehat plus rekreasi. Mumpung masih sehat. Upaya jaga kesehatan jadikan perioritas utama. Sehat itu murah, sakit itu mahal..
Fiona Handoko
Selamat siang bp liang. Prihatin baca hasil "research integrity index". Yg mengukur risiko integritas univ dalam riset. Jika beresiko tinggi, artinya univ tsb banyak mempublikasikan paper tidak bermutu, berisi fraud. Atau menerbitkan paper di jurnal abal2. Univ di indonesia yg masuk red flag. Binus, unair, usu, unhas, uns. Yg masuk high risk. Undip, unibraw, unpad. Yg masuk watch list its, ui, itb, ipb, ugm. Salah satu penyebab ui masuk watch list, apakah karena skripsi seorang menteri?
Liáng - βιολί ζήτα
Disway yang belum "This way" Kalau berkata jujur..... saya hanya membaca CHDI, tidak berita-berita Disway lainnya, demikian juga dengan teman-teman saya. Mengapa ?? Anda Sudah Tahu alasannya, terlebih lagi Sang Empunya Disway - pasti, setidak-tidaknya terbayang persoalan ini. Bagaimana membentuk animo masyarakat : "through disway (this way)" ketika ingin membaca beragam berita ?? Dan..... itu adalah pekerjaan rumah-tangga Disway yang berat, ditengah-tengah persaingan portal berita - khususnya dengan mereka yang sudah eksis lama dan mapan, dengan jaringan kontributornya yang sangat luas. 千里之行,始於足下。 一步已經開始,下一步如何,當然要看你的奮鬥了。 "Selamat Ulang Tahun : Harian Disway".
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id