Sadewa 19
Sekedar sharing. Saya pernah bekerja di perusahaan swasta. Sebuah perusahaan PMA asal Inggris. Perusahaan asing biasanya lebih ketat jika soal suap menyuap. Saat itu ada ketentuan, jika harus memberikan jamuan ke BUMN/pemerintah lebih dari nominal tertentu harus sampai direktur. Saya kira awalnya nominal tertentu itu 1 milyar, atau 11 tn, ternyata hanya 1 jt rupiah. Sumbangan sunatan, nikahan atau apapun yg kita adakan, jika kita terima angpao lebih dari Rp 1 jt, kita harus lapor ke atasan bahkan sampai direktur. Saat bermain golf, kirim bunga papan ucapan selamat pun juga gitu, harus meminta persetujuan sebelum hari H sampai level direksi. Prosesnya ribet dan nggak gampang, banyak ditanya sana sini. Prinsipnya kita tidak boleh memberi sesuatu atau diberi sesuatu karena khawatir akan adanya benturan kepentingan bisnis, khawatir akan ada suap menyuap. Mungkin ini Perlu dicontoh jg untuk BUMN, karena korupsi awalnya dari suap menyuap. Suap menyuap sangat bahaya, apalagi kalau suap menyaup ke caddy golf.
Sadewa 19
Pergi ke pramuka beli ijazah asli Untuk melamar jadi komisaris muda Belajarlah jangan bermalas lagi Agar masa depan sukses luar biasa Sudah dapat ijazah tinggi nan gagah Melamar keja jadi komisaris Walau banyak rintangan dan masalah Yg penting dompet tidak menangis Bunga mawar semerbak mewangi Dipetik dara dengan ijazah ditangan Impian jadi komisaris tak akan terhalangi Asal kerja keras dan mau jadi relawan
Udin Salemo
tentara latihan baris berbaris/ di lapangan bola belakang tangsi/ banyak wakil menteri jadi komisaris/ padahal tak punya kompetensi/ demonstran pidato berapi-api/ sewaktu berdemo di Tugu Tani/ sungguh jauh panggang dari api/ lantik pejabat tak berkompetensi/ =============================== jam gadang di kota Bukittinggi/ tampek manggaleh urang Baso/ kawan galak murah dicari/ kawan manangih jarang basuo/ sabana dingin di Alahan Panjang/ labiah dingin daripado Biaro/ pamole awak diambiak urang/ bialah awak lupokan sajo/ #mantun_komisaris
Udin Salemo
teman1: "enak ya jadi politikus di negeri wakanda, Jon." teman2: "enak apanya, Hot." (namanya Marihot, panggilan: Hot) teman1: "itu dapat jabatan wakil menteri, dapat juga komisaris perusahaan negara." teman2: "sudah rezekinya, Hot." teman1: " kalau dia ada kompetensi untuk jabatan komisaris perusahaan negara yang dia emban, ya, gak ada masalah sih. kan jadi lucu dia gak punya kompetensi" teman2: "ada yang lebih lucu, lho, Hot." teman1: "apa itu?" teman2: "ada orang lulusan teologi jadi direktur pengelolaan pembangkit listrik perusahaan negara Afrika timur pedalaman." teman1: " haaaa....?????. kamu becanda, ya, Jon." teman2: "hidup jangan terlalu serius. lha, wong petinggi negara kulon Vanuatu aja bikin kebijakan dan keputusan juga becanda." teman2: #%^$%#@!%*%....