Catatan Dahlan Iskan . 09/03/2025, 05:22 WIB

Daging Mentah

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

Kami pun keluar dari hutan. Ke kota. Cari restoran paling terkenal di situ.

Jalan dari hutan ke kota masih berdebu. Kanan kirinya lagi digali. Bangun parit. Juga trotoar.

Di resto itu saya melihat banyak wanita berkerudung putih. Juga berbayu seperti abaya sewarna.

"Kenapa banyak wanita pakai jilbab?"

"Ini kan hari Minggu. Mereka baru pulang dari gereja," ujar teman di Arba Minch yang menemani saya.

Begitulah di Ethiopia. Wanita Kristennya juga berkerudung dan berabaya. Khususnya kalau ke gereja. Lalu saya perhatikan lehernyi: ada kalung salib. Kerudung, abaya, salib. Jadi pandangan paradok bagi saya yang dari Indonesia.

Salah satu wanita itu ternyata kenal baik dengan teman saya. Ketika kami datang ke mejanyi, dia dan keluarganya sedang makan. Si wanita menyuapkan makanan ke mulut teman. Dengan tangannyi. Lalu menyuapkan makanan serupa ke mulut saya. Itulah tanda keakraban berteman.

Daging Mentah

Saya kunyah pelan-pelan makanan itu: ingin tahu rasanya. Juga ingin tahu itu makanan apa. Ooohhhh... rasa daging mentah. Inilah yang dimaksud Bu Al.

Daging mentahnya tidak terlihat. Dibungkus dengan cuilan "tortila" Ethiopia. "Tortila"-nya digulung. Bukan dibiarkan dalam bentuk lembaran.

"Tortila" Afrika itu bukan dibuat dari tepung gandum. Itu terbuat dari tepung eff. Yakni tanaman seperti untaian padi. Hanya gabahnya sangat kecil. Besaran berasnya sekecil menir. Eff sendiri artinya "hilang". Saking kecilnya. Saat panen bijinya gampang hilang.

Kami pun meninggalkan meja wanita itu. Meja kami sedang dipersiapkan. Restorannya penuh padat. Kami harus menunggu sesaat.

Setelah dapat meja, saya ditanya: makan apa. Saya minta daging bakar seperti di resto Ortodok di Makelle. Tidak ingin yang daging mentah.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id