Erick Thohir: Kekurangan Bandara di Indonesia Utamakan Turis Asing, Lupa Bangsa Sendiri

fin.co.id - 01/01/2025, 20:14 WIB

Erick Thohir: Kekurangan Bandara di Indonesia Utamakan Turis Asing, Lupa Bangsa Sendiri

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) bakal menggelar sejumlah acara dalam menyambut malam Tahun Baru 2025.

fin.co.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir meninjau kesiapan lounge umroh di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 1 Januari 2025.

Erick mengungkapkan, salah satu kekurangan Bandara di Indonesia adalah soal pelayanan dan fasilitas. Seringkali mengutamakan turis asing, namun lupa dengan bangsa sendiri.

"Orang datang dari luar negeri ke sini ya pertama yang pasti dilihat bagaimana fasilitas airport, kenyamanan, layanan, dll. Tetapi kadang-kadang kita lupa, jarang sekali kita berpikir ketika menghormati yang datang, bangsa kita kurang dihormati," ujarnya Rabu.

"Nah inilah kenapa kita juga meng-upgrade ya seluruh bandara yang ada di Cengkareng ini, Soekarno-Hatta, dan juga Bali tidak hanya yang internasional maupun domestik," sambung Erick.

Dalam kesempatan itu, Erick mengaku mendapat instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan sistem pelayanan jemaah haji dan umroh Indonesia.

"Presiden Prabowo sudah beberapa kali bicara, sistem umroh haji pun harus diperbaikin. Harus transparan, accountable, nyaman, dan penting sekali yang tadi saya sampaikan menghormati bangsa kita sendiri itu sebuah pelajaran yang harus kita bina juga. Jangan hanya menghormati bangsa luar," ungkapnya.

Apalagi negera yang katanya dikenal dengan julukan 'zamrud khatulistiwa' ini merupakan jemaah haji dan umroh terbesar di dunia. Jadi soal pelayanan dan fasilitas untuk bangsa sendiri harus ditingkatkan.

"Nah inilah kenapa kita tata ulang, bagaimana ada masjid yang baik, ada tempat manasik, lalu ada lounge yang baik. Nanti juga yang untuk regular juga saya tadi sudah minta, saya minta dirapihkan," tegasnya.

Erick menilai bahwa kegiatan haji dan umroh bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi ada aspek spiritual yang mesti dirapikan ekosistem perjalanannya. Sehingga pihaknya ingin membenahkan Terminal 2 Bandara Soetta.

"Ini notabene acara spiritual yang sudah menjadi ritual, tetapi secara ekosistemnya belum kita rapihkan. Nah kita mulai dari airportnya dulu nih, karena nanti kan pasti kita harus bekerjasama dengan menteri agama, menteri haji, dan umroh yang memang nanti baru bisa berjalan 2026," tukasnya.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID