Pada 27 Desember 2019, Komisioner KPU Wahyu Setiawan meminta Agustiani Tio agar menyimpan uang tersebut.
Pada 7 Januari 2020, rapat pleno KPU kembali menolak permintaan PDIP yang ingin mengganti Riezky Aprilia dengan Harun Masiku.
Wahyu Setiawan yang sudah terlanjur menerima uang dari staf Hasto menghubungi kader PDIP Donny Tri Istiqomah. Dia berjanji akan mengusahakan kembali proses PAW Harun Masiku.
Pada 8 Januari 2020 pagi, Wahyu Setiawan meminta uang pada Agustiani Tio. Namun, diduga percakapan Wahyu dan Agustiani telah disadap.
Terbukti siangnya sekitar pukul 12.55 WIB di Wahyu Setiawan bersama asistennya Rahmat Tonidaya ditangkap KPK di Bandara Soekarno Hatta. Masih di tanggal yang sama pukul 13.14 WIB, tim lain KPK menangkap Agustiani Tio di rumahnya di kawasan Depok.
Barang bukti yang diamakan uang Dollar Singapore senilai Rp 400 juta dan buku rekening.
Masih di tanggal yang sama, berdasarkan penelusuran KPK, Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku diduga bersembunyi di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) di Jalan Tirtayasa Raya No.6 Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Malamnya, KPK berusaha menjemput Hasto dan Harun Masiku. Tetapi tim KPK justru ditahan oleh oknum-oknum disana. Menjelang subuh baru dibebaskan. Akibat insiden tersebut, Harun Masiku lolos hingga saat ini.
Setelah gagal menangkap Hasto dan Harun Masiku di PTIK, keesokan harinya 9 Januari 2020, tim KPK menuju kantor DPP PDIP.
Tujuannya melakukan penggeledahan. Tapi lagi-lagi gagal. Meskipun telah dibekali surat-surat lengkap, tim KPK tidak berhasil melakukan penggeledahan karena dihalangi oleh satpam.
Baca Juga
Lili Pintauli Siregar (Wakil Ketua KPK yang mengundurkan diri karena diduga tersangkut pelanggaran etik) beralasan, pihak satpam DPP PDIP mencoba menghubungi atasannya. Tetapi teleponnya tidak dijawab.
Karena gagal melakukan penggeledahan, tim KPK mencoba memasang KPK Line di kantor DPP PDIP.
Nah, PDIP yang saat itu masih menjadi partai penguasa tidak terima. PDIP melaporkan pegawai KPK yang menyegel kantornya ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
Hingga saat ini, kantor DPP PDIP tidak pernah digeledah. Hasto Kristiyanto yang dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus PAW Harun Masiku tidak pernah diproses secara hukum.
Bahkan, hingga kini Harun Masiku seolah-olah menghilang dan tidak pernah ditemukan. Entah dia ada di mana.