Denny JA: Puisi Esai Sudah Masuk ASEAN, Mesir, Inggris dan lainnya

fin.co.id - 16/12/2024, 09:01 WIB

Denny JA: Puisi Esai Sudah Masuk ASEAN, Mesir, Inggris dan lainnya

Penggagas puisi esai, Denny JA mengatakan dia tidak menyangka puisi esai bisa menembus ASEAN. Bahkan sekarang puisi esai sudah tembus sampai ke Mesir  dan Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa puisi esai bisa diterima di mana saja.

fin.co.id - Penggagas puisi esai, Denny JA mengatakan dia tidak menyangka puisi esai bisa menembus ASEAN. Bahkan sekarang puisi esai sudah tembus sampai ke Mesir  dan Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa puisi esai bisa diterima di mana saja.

 

Hal itu diungkapkan Denny JA di sela-sela acara di Festival Puisi Esai Jakarta II, akhir pekan kemarin di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat. 

 

Puisi esai goes international dimulai dari  Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, tahun 2016, atau empat tahun setelah buku  puisi esai Atas Nama Cinta terbit. Denny JA menyatakan bahwa puisi esai sudah diterima meluas di Sabah, Malaysia. Bahkan di Sabah sudah lebih dulu ada festival puisi esai, mendahului tempat asal puisi esai, Indonesia.

 

Setelah Sabah, puisi esai lalu masuk ke Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand Selatan dalam waktu yang berdekatan. 

 

Datuk Jasni Matlani menyatakan, genre sastra puisi esai kini sudah diterima secara meluas dan “goes international” serta menjadi bagian dari “high culture” yang berada di tempatnya yang terhormat. 

 

Hal itu diungkapkan Datuk Jasni Matlani, Presiden Komunitas Puisi Esai ASEAN, yang menjadi pembicara di Festival Puisi Esai Jakarta II. Sesi diskusi yang bertema “Puisi Esai Goes International” itu menghadirkan narasumber Datuk Jasni Matlani, Fatin Hamama R. Syam, dan Monica JR, dengan moderator Sastri Bakry.

 

Datuk Jasni Matlani menyatakan, “Jika puisi esai yang high culture diadaptasi ke film, teater, dan sebagainya maka ia menjadi bagian dari pop culture, yang memanusiakan manusia.”

 

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID