Internasional . 12/12/2024, 15:07 WIB

Krisis Pekerja, Jepang Harapkan Bantuan Tenaga Kerja dari Indonesia

Penulis : Derry Sutardi
Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Japan Association for Construction Human Resources (JAC) menyatakan harapannya agar Indonesia dan negara-negara tetangga dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang yang tengah mengalami krisis akibat populasi usia lanjut yang semakin meningkat.

"Usia lanjut di Jepang lebih banyak daripada usia muda, yang artinya pekerja usia muda sangat sedikit sekali. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan bantuan tenaga kerja dari negara-negara tetangga, khususnya Indonesia," ujar Kepala Proyek JAC, Naoya Shikano.

Shikano menjelaskan bahwa Jepang terus menggencarkan berbagai upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, terutama di sektor konstruksi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengadakan sosialisasi program magang dan program Special Skill Worker (SSW) bagi warga asing, termasuk di Indonesia.

"Sosialisasi ini bertujuan agar lebih banyak masyarakat yang mengetahui program dan sistem kerja di Jepang, termasuk peraturan yang berlaku," tambahnya.

Selain itu, JAC juga menjelaskan kondisi aktual di lapangan kepada calon pekerja asing untuk menghilangkan kekhawatiran terkait pekerjaan di bidang konstruksi.

"Jika terjadi kecelakaan kerja, kami dan pemerintah Jepang selalu mendukung pekerja bahkan dalam kondisi terburuk," kata Shikano, menekankan komitmen Jepang dalam melindungi tenaga kerja asing.

Sebagai organisasi berbadan hukum, JAC memiliki peran penting dalam memfasilitasi tenaga kerja asing dengan visa SSW.

Tugas JAC meliputi memberikan pelatihan, menyelenggarakan ujian keterampilan, menempatkan pekerja pada perusahaan penerima, hingga memastikan lingkungan kerja yang kondusif.

"Kami juga memberikan bimbingan kepada pekerja asing agar mereka dapat beradaptasi dengan baik di Jepang," ujar Shikano.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh puluhan guru dari sekitar 60 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Tangerang, Jakarta, dan Depok.

Salah satu peserta, Gutser Siburian, guru dari SMK Tunas Harapan di Jakarta Barat, menyatakan bahwa sosialisasi ini sangat relevan dengan kemampuan para siswa.

"Acaranya bagus. Alumni kami sudah ada yang bekerja di Jepang, dan sekolah kami berencana memasukkan pelajaran Bahasa Jepang untuk mendukung dan menambah kemampuan siswa yang akan bekerja di Jepang," kata Gutser.

Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, JAC berharap semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang terampil dan siap bekerja di Jepang, terutama di sektor konstruksi yang sangat membutuhkan.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya membantu Jepang mengatasi kekurangan tenaga kerja, tetapi juga memberikan peluang kerja yang menjanjikan bagi masyarakat Indonesia.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id