Nasional . 12/12/2024, 14:17 WIB

AHY Usul Transmigran Jadi Komcad: Bantu Keamanan dan Ketahanan Nasional di Kawasan Perbatasan

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengusulkan agar para transmigran dimasukkan dalam program komponen cadangan (komcad), sebuah langkah yang diharapkan dapat memperkuat pertahanan negara, khususnya di wilayah perbatasan dan pelosok.

Usulan ini disampaikan AHY pada peringatan Hari Bakti Transmigrasi Ke-74, yang diselenggarakan oleh Kementerian Transmigrasi pada Kamis, 12 Desember 2024.

AHY menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberi perhatian besar terhadap inisiatif ini. "Semangat Pak Prabowo adalah bagaimana menjadikan transmigran sebagai patriot," ujarnya.

Dengan penempatan transmigran dalam program komcad, AHY optimistis bahwa mereka dapat memperkuat ketahanan nasional, terutama di daerah-daerah yang terletak di tapal batas negara.

Menurut AHY, komcad yang diisi oleh transmigran akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, mengingat sebagian besar dari mereka tinggal di wilayah perbatasan yang rawan gangguan.

"Komcad ini hadir untuk memperkuat ketahanan nasional secara keseluruhan," katanya.

Namun, AHY menyadari bahwa untuk mengoptimalkan potensi transmigran dalam peran ini, dibutuhkan pelatihan dan pendidikan yang memadai.

"Untuk menjaga kedaulatan Indonesia yang luas dan beragam, kita membutuhkan patriot-patriot yang dibekali pelatihan, pendidikan karakter yang unggul, dan nasionalisme yang tinggi," ujar AHY, menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam membangun ketahanan nasional.

Selain itu, AHY mendorong kolaborasi antar kementerian dan lembaga negara untuk memperkuat infrastruktur dasar di kawasan transmigrasi. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga wilayah perbatasan Indonesia dari ancaman luar.

"Penguatan ketahanan nasional tidak bisa terlepas dari pengawasan ketat terhadap batas-batas negara," tandasnya.

Dalam rangka mendukung inisiatif ini, Kementerian Transmigrasi berencana meluncurkan program "Transmigrasi Patriot" pada tahun 2025. Program ini akan merekrut pemuda Indonesia terpilih untuk menjalani pelatihan kemiliteran dasar sebagai komcad, sebelum diterjunkan ke wilayah transmigrasi.

Setelah itu, mereka akan melanjutkan studi di universitas ternama luar negeri dan kembali ke kawasan transmigrasi untuk mengabdi selama 5 hingga 10 tahun. Program ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang terlatih dan siap membangun daerah perbatasan.

Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah program ini benar-benar akan efektif dalam memperkuat ketahanan nasional, atau sekadar menjadi proyek retorika belaka untuk menarik perhatian publik.

Dengan target penempatan yang mencakup seluruh Indonesia, kecuali Papua, serta fokus pada berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, dan maritim, program ini tentu membutuhkan kolaborasi yang matang dari berbagai pihak agar dapat memberikan dampak yang signifikan.

Bagi banyak kalangan, upaya AHY untuk memasukkan transmigran dalam komcad akan menjadi ujian besar dalam mewujudkan ketahanan nasional yang tidak hanya bergantung pada sektor militer, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah yang selama ini terabaikan. (*)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id