Internasional . 31/07/2026, 19:09 WIB
fin.co.id - Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menegaskan tidak akan melucuti senjata mereka sebelum Israel menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza dan memulai proses rekonstruksi wilayah tersebut.
Anggota delegasi negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, menyatakan bahwa isu pelucutan senjata berkaitan erat dengan penarikan militer Israel dan pembangunan kembali Gaza yang hancur.
Dalam wawancaranya bersama saluran Al Jazeera yang berbasis di Qatar, Hamad menegaskan bahwa Israel tidak memiliki hak campur tangan dalam proses pelucutan senjata.
Komite nasional Palestina yang nantinya akan menjalankan mekanisme tersebut secara mandiri. Hamas juga memastikan tidak bakal menerapkan langkah pelucutan senjata apa pun sebelum Israel terlebih dahulu memenuhi seluruh kewajibannya sesuai kesepakatan.
Hamad menggambarkan proses negosiasi tersebut berlangsung sangat sulit dan berat. Meski demikian, Hamas terus berjuang meraih hasil terbaik sambil tetap berkomitmen kuat melindungi hak-hak rakyat Palestina. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas peran mediasi mereka hingga mencapai kesepakatan.
Pernyataan dari pihak Hamas ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan telah tercapai mengenai pelucutan senjata total bagi Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Dalam skenario yang disampaikan Trump, pasukan Israel akan mundur secara bertahap seiring berjalannya proses tersebut.
Trump memuji Mesir, Qatar, dan Turki yang menengahi apa yang ia sebut sebagai "terobosan bersejarah." Rencana tersebut akan berjalan secara bertahap, dengan Pasukan Stabilisasi Internasional bekerja sama dengan kepolisian baru Palestina untuk mengontrol keamanan di Gaza.
Inisiatif gencatan senjata ini mengacu pada rencana 20 poin rancangan Trump untuk Gaza, di bawah pengawasan Dewan Perdamaian yang ia pimpin langsung.
Perang genosida yang dilancarkan Israel di Gaza sejauh ini telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang, yang mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak. Agresi militer tersebut juga meluluhlantakkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah itu.
Meski gencatan senjata telah mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025, Israel terpantau terus melancarkan serangan harian di berbagai titik Gaza.
Serangan yang tiada henti ini telah menewaskan 1.214 warga Palestina serta melukai 3.977 orang lainnya, yang lagi-lagi didominasi kelompok perempuan dan anak-anak, disertain kerusakan lingkungan yang makin meluas.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id