Kesehatan . 25/11/2024, 08:45 WIB
Bayangin kamu lagi duduk santai, tiba-tiba pikiranmu melayang jauh, membayangkan skenario sempurna yang nggak ada hubungannya sama dunia nyata.
Itu terjadi berkali-kali, dan kamu malah kecanduan.
Meski istilah ini belum diakui resmi dalam dunia medis, banyak orang mengalaminya sebagai bentuk pelarian dari stres atau trauma.
Kalau khayalanmu sampai membuat kamu merasa terpisah dari kenyataan, ini bisa masuk ke kategori gangguan disosiatif.
Salah satu jenisnya adalah Depersonalization/Derealization Disorder.
Di sini, kamu bisa merasa seperti "terpisah" dari tubuhmu sendiri atau seolah-olah dunia di sekitarmu tidak nyata.
Biasanya, kondisi ini dipicu oleh trauma berat atau tekanan emosional yang berkepanjangan.
Kebiasaan berkhayal juga bisa jadi tanda kamu sedang mengalami gangguan kecemasan atau depresi.
Dalam kasus ini, melarikan diri ke dunia khayalan adalah mekanisme pertahanan diri untuk mengatasi perasaan berat atau stres yang nggak kunjung hilang.
Misalnya, saat kenyataan terasa terlalu sulit dihadapi, kamu malah tenggelam dalam pikiran "andai saja".
Kalau ini terjadi terus, sebaiknya jangan diabaikan. Gangguan kecemasan atau depresi membutuhkan perhatian serius.
Dari semua kondisi di atas, escapism dan maladaptive daydreaming adalah yang paling sering dialami banyak orang.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id