Artinya, bayi yang lebih sering minum susu formula memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk terkena infeksi di awal kehidupannya, seperti pilek, infeksi telinga, atau infeksi saluran pernapasan.
3. Sistem Pencernaan yang Lebih Sehat dengan ASI
ASI sangat ramah bagi sistem pencernaan bayi karena mudah dicerna dan tidak menyebabkan ketidaknyamanan pada perut.
Kandungan enzim khusus dalam ASI membantu bayi mencerna susu dengan lebih baik dan menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus.
Ini berarti, bayi yang minum ASI cenderung lebih jarang mengalami sembelit, kembung, atau kolik.
Sedangkan pada bayi yang lebih banyak minum susu formula, risiko sembelit dan gangguan pencernaan lainnya lebih tinggi.
Ini karena susu formula tidak mengandung enzim pencernaan yang sama dengan ASI, sehingga beberapa bayi membutuhkan waktu adaptasi yang lebih lama.
4. ASI Mendukung Ikatan Emosional Ibu dan Bayi
Menyusui adalah momen bonding yang luar biasa bagi ibu dan bayi.
Saat bayi menyusu langsung, ada kontak fisik yang menciptakan rasa aman dan nyaman.
Baca Juga
Bahkan, menyusui langsung memicu hormon oksitosin, atau "hormon cinta," yang memperkuat ikatan emosional.
Susu formula yang diberikan melalui botol, meskipun bisa dilakukan dengan penuh kasih sayang, tidak memberikan pengalaman fisik dan emosional yang sama seperti menyusui langsung.
Bagi bayi, ASI bukan hanya soal nutrisi, tapi juga sumber rasa nyaman yang sangat penting di awal kehidupannya.
5. ASI Lebih Praktis dan Hemat Biaya
Selain kelebihan nutrisi, ASI juga praktis dan siap sedia kapan saja.