Selain sakit perut, ada beberapa gejala lain yang sering menyertai radang usus buntu, seperti:
- Mual dan muntah: Rasa mual dan muntah seringkali muncul sebelum atau bersamaan dengan rasa sakit.
- Demam: Demam ringan hingga sedang juga bisa menjadi pertanda radang usus buntu.
- Sembelit atau diare: Perubahan kebiasaan buang air besar juga bisa terjadi.
- Tidak nafsu makan: Rasa sakit dan mual bisa membuat seseorang kehilangan nafsu makan.
- Perut kembung: Perut terasa penuh dan kembung.
Bob, ayah dari seorang anak berusia 10 tahun yang pernah mengalami radang usus buntu, mengatakan bahwa anaknya mengeluh sakit perut setelah berlari seharian.
"Awalnya kami kira hanya kram biasa, tapi ternyata serius," ungkapnya.
Jangan Abaikan Gejala!
Max, seorang pemuda berusia 25 tahun, awalnya mengira sakit perutnya disebabkan oleh makanan yang tidak cocok.
"Saya pikir cuma masalah pencernaan biasa, ternyata salah," katanya.
Dara, seorang ibu berusia 38 tahun, juga sempat mengabaikan gejala yang dialaminya. "Saya pikir itu cuma kembung biasa, ternyata usus buntu," ujarnya.
Catatan Penting
Gejala radang usus buntu bisa berbeda-beda pada setiap orang.
Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.
Baca Juga
Jangan tunda untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat, karena radang usus buntu bisa menjadi kondisi yang mengancam jiwa jika dibiarkan.
Kesimpulan
Menurut ahli, dadang usus buntu adalah kondisi medis yang harus segera ditangani.
Penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.