Kesehatan . 29/10/2024, 09:06 WIB
fin.co.id - Keluarnya cairan dari puting payudara pada wanita yang tidak sedang hamil atau baru saja melahirkan merupakan fenomena yang tidak umum, tetapi dapat terjadi.
Meskipun mungkin mengejutkan, kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor medis. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai penyebab dan implikasi dari keluarnya cairan tersebut.
Hiperprolaktinemia adalah kondisi di mana kadar hormon prolaktin dalam darah meningkat. Prolaktin berfungsi untuk merangsang produksi ASI, dan ketika kadarnya terlalu tinggi, wanita yang tidak hamil dapat mengalami keluarnya cairan dari puting susu.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menunjukkan bahwa penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk:
Stimulasi fisik pada payudara, seperti pijatan atau aktivitas seksual, juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting.
Jurnal Breastfeeding Medicine menjelaskan bahwa rangsangan ini bisa memicu sekresi prolaktin yang cukup untuk menghasilkan ASI.
Meskipun ini adalah reaksi fisiologis normal, pemahaman mengenai konteksnya tetap penting.
Ketidakseimbangan hormonal, baik yang disebabkan oleh perubahan fisiologis, penggunaan kontrasepsi hormonal, atau gangguan endokrin, dapat berkontribusi pada keluarnya cairan dari puting.
Jurnal Endocrine Reviews menyatakan bahwa hormon-hormon lain, seperti estrogen dan progesteron, juga memiliki peran dalam fungsi payudara. Gangguan dalam keseimbangan hormon ini dapat mempengaruhi produksi dan sekresi ASI.
Beberapa kondisi medis, seperti infeksi payudara (mastitis) atau penyakit lain yang mempengaruhi jaringan payudara, dapat menyebabkan keluarnya cairan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id