Lifestyle . 12/10/2024, 18:51 WIB

Denny JA Sebut Bisnis Dunia Spiritual Meningkat

Penulis : Khanif Lutfi
Editor : Khanif Lutfi

Ada beberapa penjelasan berdasarkan riset.

"Pertama, kita menghadapi paradoks dunia modern. Dunia ini, dibandingkan dengan sejarah yang pernah kita lalui, semakin kaya secara ekonomi dan rata-rata semakin berlimpah dalam pengetahuan," ujar Denny JA.

Namun, sambungnya, tekanan hidup dan rasa kesepian juga semakin tinggi. Semakin banyak orang merasa sepi. Di Jepang, bahkan diangkat seorang menteri khusus untuk mengurus orang-orang yang mengalami kesepian. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang kesepian di era modern. Inilah yang meningkatkan kebutuhan terhadap wellness.

Kedua, tingkat stres yang meningkat di dunia modern. Data menunjukkan angka yang lebih ekstrem, yaitu peningkatan angka bunuh diri. 

Menurut data dari World Health Organization (WHO), saat ini angka orang yang meninggal karena bunuh diri lebih tinggi daripada yang mati akibat terorisme, perang, atau kekerasan bersenjata. 

Artinya, lebih banyak orang yang memilih mati dengan cara bunuh diri daripada mereka yang menjadi korban kekerasan lainnya. 

Ini menunjukkan adanya sesuatu yang terjadi dalam psikologi manusia modern.

Ketiga, paradoks lain yang turut membuat wellness makin populer adalah meningkatnya komunikasi virtual di era teknologi. Namun, kehangatan dan kedekatan dalam hubungan personal justru semakin sulit ditemukan. 

Absennya hubungan interpersonal yang akrab dan hangat ini membuat kita semakin merasa ada yang hilang di dunia emosi kita.

"Tiga faktor inilah yang menjelaskan mengapa kebutuhan terhadap wellness justru lebih tinggi di dunia modern. Di sini juga kita melihat adanya kebangkitan spiritual yang lebih kuat," papar Denny JA.

Faktor lain yang menunjukkan kebutuhan terhadap spiritualitas adalah laporan dari BBC. 

Di Amerika Serikat, buku-buku Jalaluddin Rumi, seorang penyair yang hidup 800 tahun lalu, menjadi lebih populer dan lebih laku dibandingkan buku-buku karya sastrawan seperti T.S. Eliot, Robert Frost, atau Walt Whitman. 

"Rumi membawa kedalaman spiritual dan filosofi hidup yang dibutuhkan di era sekarang, ketika banyak orang merasa hidupnya semakin kurang bermakna dan penuh dengan luka serta tekanan," sambungnya.

Semakin banyak inspirasi yang dapat kita petik dari Jalaluddin Rumi. Ada dua kutipan dari Rumi yang selalu memukau dan saya ingat.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id