Ekonomi . 06/09/2024, 16:06 WIB
fin.co.id – Power Wheeling, sebuah skema liberalisasi pasar ketenagalistrikan yang memungkinkan penjualan listrik secara langsung dari pembangkit ke konsumen akhir melalui mekanisme Multi Buyer Multi Seller (MBMS), kini menjadi kontroversi panas dalam kebijakan energi Indonesia.
Konsep ini, yang melibatkan dua model transaksi Wholesale Wheeling dan Retail Wheeling menggunakan jaringan transmisi sebagai "jalan tol" dengan biaya yang dikenakan, dinilai membawa risiko besar bagi ekonomi dan ketahanan energi nasional.
Pengalaman Filipina dengan privatisasi dan Power Wheeling menunjukkan kenaikan harga listrik sebesar 55% dan potensi pembentukan kartel. Jika diterapkan di Indonesia, risiko serupa bisa terjadi, termasuk kenaikan beban APBN yang signifikan.
M. Abrar Ali, Ketua Umum DPP SP PT PLN (Persero), menyatakan, "Power Wheeling adalah benalu dalam transisi energi kita. Penerapan skema ini berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi ekonomi negara dan ketahanan energi nasional. Kebijakan ini harus segera ditinjau ulang agar dampak negatif yang mungkin timbul dapat diminimalisir." kata Abrar Ali, Jumat, 6 September 2024.
Namun demikian, Abrar memastikan bahwa SP PLN akan mengedepankan langkah diplomasi, dengan membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait, antara lain melalui DPD, DPR, hingga tim transisi pemerintahan untuk mengkomunikasikan mengenai penolakan skema power wheeling tersebut dan berbagai macam bahayanya.
"Kami menyampaikan surat ke fraksi-fraksi di DPR-RI, kami juga menyampaikan surat kepada Ketua DPD-RI Bapak La Nyala Mataliti, karena beliau juga punya hak konstitusi. Dan ke Ditjen EBTKE kita sampaikan juga surat, dan termasuk juga ke Istana. Saya juga akan menyampaikan surat ke Menteri Pertahanan, cq Presiden Indonesia terp[ilih," tegas Abrar Ali menjawab pertanyaan fin.co.id.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id