“Ini sebuah tindakan yang berlebihan. Harusnya, aparat keamanan itu menjaga keamanan masyarakat. Kami minta Kapolda dan Kapolri segera menarik Brimob Resimen III BKO dari Kota Tual, supaya Kota Tual lebih stabil,” kata Taranten kepada wartawan.
Teranten mengaku, insiden ini bukan pertama kali dan sudah terjadi sebelumnya antara mereka dengan masyarakat sipil. Namun dirinya mengaku, memediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Mereka berharap pasukan Brimob Resimen III BKO ditarik dari Kota Tual. Kata dia, jika ini tidak ditarik, aksi warga besar-besaran akan dilakukan di kantor Walikota Tual, dan Polres agar tuntutan warga di dengar.
4. Bukan Pertama Kali
Kepala Desa Tar Dullah Selatan, Kota Tual, Carles Tarenten mengatakan, bentrokan ini bukan pertama kali terjadi. Kata dia, bentrokan tersebut sedah beberapa kali terjadi.
Sebelumnya anggota Brimob sempat terlibat perkelahian dengan masyarakat sipil. Beruntung, kata dia, dapat dimediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut
5. Tilang Knalpot Brong
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Aries Aminullah mengatakan penyebab bentrokan itu akibat tilang. Dia mengatakan, patroli lalu lintas yang merazia seseorang yang diduga melanggar lalu lintas.
"Ada patroli, trus ada razia knalpot racing (brong) dan ada yang diamankan. Namun ada yang lari melaporkan kejadian tersebut ke teman-temannya," katanya.
Kemudian, tak berselang lama datanglah puluhan orang yang langsung menyerang personel polisi.
Baca Juga
"Tiga puluh orang nyerang polisi. Indikasinya ada anggota brimob," tambahnya.
6. Suasana Mencekam
Akibat bentrokan yang diiringi suara tembakan dan larian dari anggota Polri itu membuat suasana mencekam. bahkan, jemaat Gereja Gereja Maranatha dan warga sekitar ketakutan.
Warga yang melihat kejadian itu memilih untuk menyelamatkan diri dengan cara mengumpet di balik ting gereja dan rumah mereka masing-masing.