"Aep dan Rudiana mengasih tahu, mengarahkan kamu agar mengakui melihat ada anak-anak yang lewat, ngelemparin pakai batu, pakai bambu, dan itu diarahin?," tanya Dedi Mulyadi kepada Dede.
"Iya Pak," jawab Dede.
"Kamu bohong gak sama saya?," tanya Dedi Mulyadi.
"Enggak Pak, 100 persen saya benar," jawab Dede tegas.
"Berani nanti kamu bersaksi di pengadilan?," tanya Dedi Mulyadi tegas.
"Berani Pak," jawab Dede singkat.
Dedi Mulyadi menyesalkan adanya kesaksian Dede yang membuat 7 orang terpidana hingga saat ini masih mendekam di penjara.
Dede sendiri menyebut bahwa sejak kasus Vina Cirebon kembali viral, sebenarnya ia ingin muncul ke publik dan memberikan keterangan yang benar. Namun niat itu ia urungkan karena ia merasa takut, tidak ada orang yang mendampinginya.
"Saya pingin keluar ke media Pak, tapi saya berpikir panjang, kalau saya keluar sendiri, saya bisa apa," kata Dede.
Dede mengaku tidak menerima imbalan apapun dari kesaksian palsu yang di arahkan oleh Aep dan Rudiana. Ia juga menanyakan kembali keada Aep, apa tujuannya memberikan kesaksian palsu tersebut.
Baca Juga
"Kenapa Ep kita memberikan kesaksian gini, kan akan berat kedepannya. Dah biarin, kata Aep, dia juga katanya pernah bilang ke saya, saya juga kesel sama orang-orang itu yang pernah mukulin saya," kata Dede.
"Jadi Aep melakukan itu dan membuat orang dipenjara seumur hidup itu karena dendam, dan dendam itu membawa kamu?," tanya Dedi Mulyadi.
"Iya," kat Dede menjawab.
Dedi Mulyadi pun merasa pilu dengan fakta tersebut hingga ia meneteskan airmata.
Sebelumnya, pengacara 7 terpidana kasus Vina, Roely Panggabean membeberkan sejumlah kesaksian Aep dan Dede yang dinilai palsu dan membuat proses hukum menjadi rancu.