News . 07/07/2024, 15:18 WIB
fin.co.id - Pernahkah kamu merasakan sensasi dingin yang menusuk di tengah teriknya musim kemarau?
Yup, fenomena ini dikenal dengan istilah bediding, sebuah fenomena alam khas Indonesia, khususnya di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Bediding bukan sekadar perubahan suhu biasa, tapi menjadi pertanda peralihan musim dari hujan ke kemarau.
Fenomena ini biasanya terjadi sekitar bulan Juni hingga Agustus, di mana suhu udara bisa anjlok drastis di malam hari hingga pagi hari, kontras dengan panasnya terik matahari di siang hari.
Penyebab
Lalu, apa sih yang bikin bediding terjadi? Jawabannya adalah pergerakan Matahari.
Pada bulan-bulan tersebut, Matahari berada di posisi terjauh di sebelah utara garis khatulistiwa.
Hal ini menyebabkan belahan bumi selatan, termasuk Indonesia, menerima lebih sedikit sinar Matahari, sehingga suhu udaranya menjadi lebih dingin.
Uniknya, bediding tidak hanya dipengaruhi oleh posisi Matahari, tapi juga oleh angin musim dingin dari Australia.
Angin ini membawa massa udara dingin yang memperkuat sensasi dingin di wilayah Indonesia.
Manfaat
Fenomena bediding memang terasa unik dan bahkan bisa bikin kamu kedinginan di tengah musim kemarau.
Tapi, taukah kamu bahwa bediding juga memiliki beberapa manfaat?
Pertama, bediding membantu menekan populasi hama pada tanaman.
Suhu dingin yang ekstrem di malam hari dapat membunuh hama dan penyakit tanaman, sehingga membantu petani dalam menjaga hasil panen mereka.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id