Kesehatan

Jadi Peserta JKN, Istri TNI Akui Lebih Tenang Temani Suami Bertugas di Manapun

fin.co.id - 04/07/2024, 18:12 WIB

Menjadi peserta JKN sangat penting karena sakit tidak bisa diketahui kapan datangnya

fin.co.id - Sejak ada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tak terhitung lagi banyaknya masyarakat yang merasakan sendiri manfaat besar kehadiran program ini. 

Hal tersebut juga dirasakan oleh Tutut Wulansari (28), seorang peserta JKN yang suaminya merupakan anggota TNI Angkatan Darat. Menurutnya, dengan menjadi peserta JKN aktif sekeluarga, ia bisa lebih tenang menemani suaminya bertugas di manapun.

"Termasuk ketika suami saya pindah ke Kodim 1603 Sikka Maumere. Saya pun langsung mengubah lokasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke dekat tempat tinggal saya di Maumere agar memudahkan saya ketika mengakses pelayanan kesehatan,” ujar Tutut pada Jumat (31/05).

Menurutnya, menjadi peserta JKN sangat penting karena sakit tidak bisa diketahui kapan datangnya. Tutut lantas menceritakan pengalamannya dan keluarga saat mengakses pelayanan kesehatan, baik di FKTP maupun di rumah sakit. Beberapa waktu lalu, anak pertamanya pernah jatuh sakit sehingga harus mendapat penanganan di rumah sakit.

Baca Juga

"Sebulan yang lalu anak pertama saya Rafa sakit, dia demam tinggi dan kami bawa ke UGD terdekat. Pada saat dicek darahnya, ternyata Rafa dikatakan dokter sakit demam berdarah dan harus menjalani penanganan intensif. Betapa khawatirnya kami saat itu. Untungnya dokter dan perawat langsung memberikan tindakan untuk mengobati Rafa. Rafa dirawat inap di RSUD dr. TC Hillers selama lima hari," ungkapnya.

Menurut Tutut pelayanan di RSUD dr. TC Hillers sangat baik. Ia mengatakan bahwa dokter dan perawat ramah dan telaten merawat pasien. Tutut tidak merasakan perbedaan pelayanan dengan pasien lain. Selama lima hari dirawat Rafa hingga kondisinya menjadi lebih baik dan berangsur sembuh.

“Selama di sana dokter dan perawat melayani dengan sangat baik, Rafa rutin dicek setiap hari. Kalau ada yang bilang pasien BPJS Kesehatan dibeda-bedakan, saya rasa tidak sama sekali. Rafa dirawat sama dengan pasien yang lain, dikunjungi dokter secara rutin dan dapat obat. Rafa dirawat dengan sebaik-baiknya, tidak pernah sekalipun kami merasa tidak nyaman karena memang perawatannya sebaik itu," tutur Tutut bersungguh-sungguh.

Selain pengalaman pelayanan kesehatan sang anak, Tutut juga menceritakan pengalamannya saat melahirkan beberapa waktu yang lalu. Ia menceritakan detik-detik ketika akan melahirkan. Tutut merasakan kontraksi di perut dan terasa sakit yang semakin intens. Air ketubannya pecah di rumah sehingga ia pun segera dibawa ke Puskesmas Beru. 

Tutut ternyata sudah mengalami pembukaan lima.  Di Puskesmas Beru, sang bidan langsung menangani Tutut dengan cepat. Tidak lama sekitar jam setengah dua siang, ia sudah pembukaan 10 dan persalinan pun bisa dilakukan tanpa kendala.

Baca Juga

Tutut mengatakan pada saat ke Puskesmas ia tidak diminta administrasi yang berbelit. Dengan cukup menunjukkan kepesertaan JKN dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kartu Tanda Penduduk (KTP). 

Hal ini menjadi salah satu perubahan mutu layanan kesehatan yang mudah. Bidan menangani dengan sabar dan cepat sesuai hal ini membuat penilaian paseian terkait mutu layanan semakin baik. Tutut merasa tidak ada perbedaan dengan pasien umum yang bayar secara mandiri.

"Kami tidak mengeluarkan uang sepeser pun ketika mengakses layanan kesehatan, karena kami sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Kalau harus berbayar mandiri berapa banyak biaya yang harus kami keluarkan. Terima kasih banyak BPJS Kesehatan, banyak manfaat yang kami dapat. Saya sarankan untuk yang belum menjadi peserta JKN agar segera mendaftar menjadi peserta. BPJS Kesehatan benar-benar mempermudah saat kita sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan, biaya pelayanan kesehatan semuanya ditanggung Program JKN," kata Tutut.

Khanif Lutfi
Penulis
-->